Love , Family , and Life = Conflict [part 5]

[part 5] ^^

 

Gambar

 

 

Author : hasanahnana a.k.a young hae ta

Genre : love, family, friendship , lifestyle

Main cast:  1. Lee donghae

                      2. Im yoona

                      3 kim heechul

                      4. Jessica jung

Other cast :  1. Lee sora

                        2. lee hyukjae / eunhyuk

                        3. kim haeyang(yoona namdongsaeng)

                        4. sekretaris chang

                        5. cho kyuhyun

                        6. pengacara ahn minyoung

                        7. im  taeyeon (eomma kandung yoona)

                        8. dokter kim ryeowook

                        9. Lee hyung soo ( ayah tiri soora)

                        10. lee haena ( ibu kandung Soora)

 

Desclimer : FF ini merupakan duplikat dari drama korea “nice guy” yang dibuat versi yoonhae

 

HAPPY READING ^^

 

Kedatangan yoona ke kantor disambut oleh unjuk rasa buruh yang merasa dibohongi yoona. Awalnya yoona mengabulkan permintaan mereka tapi semuanya berubah karena ayahnya tidak setuju (part 4). Mereka menuntut yoona turun dari posisinya dan meminta maaf pada mereka.

 

Yoona tidak gentar melihat para pengunjuk rasa itu. Ia bahkan berjalan menghampiri mereka. Kyuhyun menghalanginya dan menggeleng. Tapi yoona menatap kyuhyun dengan tajam dan menyuruhnya minggir.

 

Para pengunjuk rasa mengerubungi yoonadan menariknya. Kyuhyun dan para eksekutifnya berusaha melindungi yoona.yoona berteriak ia ingin berdiskusi dengan para pengunjuk rasa. Bukannya menjadi tenang para pengunjuk rasa itu malah melempari yoona dengan telur dan terigu.

 

Donghae menarasikan karakter yoona : im yoona , satu satunya putri presdir SM grup. Sekarang menjabat sebagai direktur eksekutif SM grup dan juga pewaris utama SM grup. Kasar , arogan , kritis , dingin. Tidak memiliki teman, tidak memiliki hobi. Pusat perbelanjaan , bioskop, museum, lapangan golf adalh kehidupan sosialnya. Satu satunya kegiatan yang dilakukan untuk refreshing adalah motorcycling.“

 

Setelah membersihkan tubuhnya dari sisa2 telur dan terigu, yoona mengeluarkan pakaian bermotornya. Ia lalu mengeluarkan boneka Barbie (???) dari lacinya, dan bertanya apakah Barbie mau ikut dengannya.

 

Donghae memacu sepeda motornya. Ia teringat pertemuannya dengan Jessica di kantor polisi. Setelah Jessica mengkhianatinya dengan mengatakan bahwa donghae memang memerasnya, donghae bertanya apakah ia boleh menanyakan Sesuatu  pada Jessica.

 

“ dunia seperti apakah itu? Dunia tempat nyonya tinggal… dunia seperti apakah itu? Menuduh pria yang tak bersalah , menghancurkannya , membiarkannya kehilangan akal, membiarkannya menyerahkan hidupnya…”

 

Polisi memarahi donghae karena menanyakan pertanyaan itu kepada Jessica . Jessica yang sejak tadi . merasa bersalah, menoleh pada donghae. Raut wajahnya berubah. Dengan angkuh ia bertanya apakah donghae akan mengerti meski ia menjawabnya.

 

Dunia begitu indah , begitu mewah dan cemerlang seperti mimpi. Apakah donghae bisa membayangkan dunia seperti itu?orang… seperti donghae?

 

Sekarang kita kembali pada adegan di episode 4 . donghae memacu motornya lebih kencang, lalu melompat bergabung dengan yoona yang sedang memacu motornya. Melihat ada pengendara lain yang bergabung, yoona memacu motornya lebih kencang. Mereka berlomba.

 

Donghae berhasil memimpin walau tidak terlalu jauh. Tapi ia terpaksa menjatuhkan diri sebelum ia menabrak sebatang pohon yang menghalangi jalurnya. Yoona melesat melewati donghae.

 

Yoona berusaha menghentikan motornya. Tapi remnya blong. Terpaksa ia menjatuhkan diri, tapi ia dan motornya berguling ke lereng yang terjal. Yoona berhasil meraih sebatang dahan yang menonjol keluar dari tanah.

 

Merasa ada yang tidak beres, donghae menuju tempat yoona. Untunglah kedatangannya tepat waktu Karena pegangan yoona terlepas dari dahan itu. Donghae segera meraih tangan yoona dan berhasil menariknya ke atas.

 

Mereka berdua berbaring di tanah kelelahan. Yoona teringat dengan sesuatu. Motornya!

 

“motorku… motorku..,” yoona berusaha menuruni lereng menuju tampat motornya terkapar. Donghae kaget, ia menahan yoona dan memarahinya karena mengira yoona hendak mengambil motor itu.

 

Yoona malah memukul tangan donghae dan berteriak menyuruhnya melepaskannya. “apakah kau ingin bunuh diri ??”. donghae bertanya pada yoona. Yoona kan bisa membeli motor yang baru.

 

“ boneka… boneka itu disana..” gumam yoona. Ia lalu berteriak hisreris dengan bonekannya. Donghae terpaksa menarik yoona menjauh dari tepi lereng. Ia piker ada masalah dengan otak yoona. Yoona menangis.

 

“Ibu !!! Ibu !!!” . teriaknya memilukan.

 

Donghae tersadar, ada sesuatu dalam motor itu. Yoona tak mempedulikan donghae dan beringsut hendak menuruni lereng. Donghae menghentikannya. Ia yang akan mengambilkan boneka itu untuk yoona.

 

Dengan mengikat tali di sebatang pohon, donghae menuruni lereng menuju motor yoona. Ia berhasil mengambil boneka itu dari tas yoona, terlihat tak percaya dengan apa yang sedang ia lakukan, menuruni lereng yang curam hanya demi sebuah boneka Barbie?

 

Ia memperlihatkan boneka itu pada yoona. Yoona melihatnyaa dengan penuh harap. Donghae berjalan mendaki ke atas. Tapi hal yang tak terduga datang. Tali itu putus dan donghae terjatuh. Yoona terbelalak kaget. Entah ia mengkhawatirkan donghae apa bonekanya…

 

Yoona membawa donghae ke rumah sakit . dokter berkata beberapa tulang rusuk donghae patah dan kakinya terluka. Ia bertanya apa hubungan yoona dengan donghae. Yoona menjawab, “saya tidak menganal namja ini..”

 

Yoona menghampiri donghae yang terbaring di tempat tidur rumah sakit. Ia mengamati donghae dengan seksama. Kecurigaan dan rasa penasaran menyelimuti wajahnya.

 

Donghae terbangun dan bergerak menahan sakit. “ apa kau mengenalku? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Aku tak percaya kau menolongku hingga mempertaruhkan nyawamu? Apakah kau berniat menyalahkanku jika terjadi sesuatu??” Tanya yoona bertubi tubi.

 

“ Begitukah orang tua mu mengajari mu?”. Tanya donghae balik. “jika kau merasa berterima kasih atau merasa bersalah , kau semakin marah dan menuduh orang lain ?”

 

Yoona ternganga, speechless.

 

“ ucapakn terima kasih saat kau berterima kasih, ucapkan maaf kalau kau merasa bersalah. Itulah yang diajarkan orang tua ku yang sederhana dan tidak berpendidikan,” kata Donghae.

 

Yoona merasa tersinggung dan hendak protes tapi donghae berkata ia melakukannya dengan suka rela , tanpa paksaan dari yoona. Jadi sebaiknya mereka berpura pura tidak saling mengenal. Ia tidak mau nantinya muncul scenario yang menuduhnya sengaja membantu yoona untuk mendapatkan sesuatu. Yoona menarik napas panjang, jelas kesal tapi tak  tahu bagaimana harus menghadapi donghae. Donghae berkata , “ jika kau sudah mengerti, kau boleh pergi.”. ia pasien yang perlu istirahat.

 

Yoona meninggalkan kamar donghae dengan kesal dan bingung. Ia teringat donghae yang berkali kali menghalanginya agar ia tidak menuruni lereng terjal itu. Yoona memejamkan metanya mencoba mengenyahkan bayangan itu. Ia menoleh memandang kamar donghae. Bertanya Tanya mengapa donghae mempertaruhkan nyawa untuk dirinya.

 

Jessica menemani haeyang bermain di kolam bola. Ia teringat kemarahan heechul pada yoona. Rupanya diam diam ia menguping dan mendengar heechul bisa mewariskan SM pada haeyang dan dirinya jika yoona tak mampu.

 

Sepertinya hal itu memicu ambisi Jessica . ia memeluk haeyang dan berkata mereka di beri kesempatan , mereka bisa menjadi pewaris.

 

“ kau harus mendapatkan semuanya,” kata Jessica pada haeyang , “dunia yang tidak pernah ibu impikan. Jangan biarkan siapapun mengambilnya. Kau.. harus mengambil semuanya. Apa kau mengerti putraku? ”

 

Haeyang mengangguk. Diam diam pengacara Ahn minyoung memperhatikan ke duanya.

 

Minyoung menemui sekretaris chang. Ia tahu sekretaris chang melakukan sesuatu secara rahasia oleh kyuhyun. Ia tahu sekretaris chang sedang menyelidiki pemeras Jessica ( alias donghae) dan hubungan keduanya sebelumnya.

 

Sekretaris chang pura pura tidak tahu apa yang minyoung katakana dan bangkit berdiri hendak pergi. Minyoung berkata saat ini ia melempar tali pada sekretaris chang. Terserah sekretars chang mau mengambil tali itu atau tidak, tapi tidak ada kesempatan ke dua.

 

“ saya tidak mengerti apa yang sedang kau katakana,” ucap sekretaris chang dan pergi. Tapi baru beberapa langkah , ia kembali dan membeberkan semuanya.

 

Minyoung terkejut saat mengetahui Jessica dan donghae dulu adalah sepasang kekasih , sebelum Jessica bersama heechul. Sekretaris chang mengatakan keduanya dulu tinggal di lingkungan yang sama dan saling mencintai. Ia telah mencari informasi dari orang orang yang tinggal dalam lingkungan mereka dulu. “ apakah kyuhyun sudah tahu tantang informasi ini?,” Tanya minyoung.

 

Sekretaris chang menemui kyuhyun dan berbohong. Ia berkata iaa tidak menemukan kaitan apa apa antara Jessica dan donghae. Kyuhyun terlihat tak percayakarena orang orang di pesawat mengatakan keduanya tampak saling mengenal.

 

Sekretaris chang berkata ia telah mengecek ulang pertanyaan orang orang di pesawat dan tampak mereka tidak yakin karena saat  itu mereka sibuk. Kyuhyun menerima penjelasan itu dan menanyakan hasil penyelidikan sekretaris chang terhadap donghae.

 

“di drop out dari sekolah kedokteran dan sekarang menjadi bartender di bar. Selain adik perempuan yang sakit sakitan , ia tidak memiliki keluarga yang lain. Ia nampaknya orang biasa biasa saja. ”

 

Kyuhyun menanyakan foto donghae pada sekretaris chang. Ia melihat foto donghae dan berkata pasti ada sesuatu di antara mereka. Tidak mungkin donghae berusaha mendapatkan uang satu miliyar won begitu saja.

 

Seperti biasa, yoona makan pagi bersama appanya, Jessica ,m minyoung dan kyuhyun. Tak ada pembicaraan diantara mereka berlima. Jessica dengan telaten melayani heechul, sementara yoona sibuk menulis.

 

Yoona teringat akhir percakapan dengan donghae di rumah sakit. setelah donghae menyuruhnya pergi, seorang perawat masuk ke kamar dan menaruh data donghae di ujung tempat tidur. Yoona melihat data itu dan membacanya. Lee Donghae.

 

Nama itulah yang dituliskan berkali kali oleh yoona saat ini. Keheningan di ruangan itu terpecah dengan bunyi telpon minyoung. Minyoung mendapat kabar mengenai hasil pemeriksaan yoona. Yoona cocok untuk transplantasi.

 

Yoona larut dalam kegiatannya menulis dan tak mendengar perkataan minyoung. Kyuhyun memanggilnya. Yoona terkejut melihat semua menatap ke arahnya. Minyoung mengatakan sekali lagi kabar yang beru diterimanya.

 

Heechul bertanya ada apa ini. Transplantasi apa? Donor apa? Yoona berkata satu satunya cara untuk menyembuhkan ayahnya adalah transplantasi. Dan donor yang tepat biasanya di kalangan keluarga dan kerabat.

 

“sudah tidak perlu dididskusikan lagi. Tinggal tentukan saja tanggal operasinya. Aku akan menyesuaikan jadwal ku dengan jadwal presdir.” Kata yoona . yap,, bahkan yoona pun memanggil ayahnya dengan sebutan presdir…

 

Bukannya terharu, tapi presdir malah marah besar. Berapa kali ia harus mengajari yoona biar mengerti? Presdir juga memarahi kedua pengacara yang ia tempatkan di sisi yoona untuk mencegah yoona melakukan hal bodoh. Ia sudah sekarat, untuk apa memperumit keadaan hanya untuk memperpanjang hidup setahun lagi.

 

Yoona hendak protes, tapi appanya tak mau mendengarkan. Yoona bahakan tidak bisa mengurus kesehatannya sendiri dan sekarang masih mengurusi orang lain? Yoona berkata ia bisa menjadi pendonor. Dokter kim sudah memperbolehkannya menjadi pendonor asalkan ia sehat.

 

Jessica menyela dan mengatak apa yang dikatakan presdir benar. Yoona sebaiknya mendengar kata kata appanya. Satu satunya yang bisa melindungi dan memimpin SM jika heechul tiada adalah yoona, jadi yoona harus menjaga kesehatannya senantiasa. Yoona tersenyum sinis mendengar kata kata manis Jessica.

 

Jessica lalu melontarkan kejutan berikutnya. Ia juga telah dites dan cocok menjadi donor untuk presdir. Dirinya bukanlah apa apa dalam dunia presdir, jadi jika terjadi apa apa pada dirinya bukanlah hal yang penting. Ia meminta presdir menyetujui ia menjadi donor. Ia ingin melakukannya.

 

Heechul menatap Jessica tersentuh. Yoona dan kyuhyun tak menduga langkah ini. Sementara minyoung, well…. Entah apa yang ada dalam pikiranyya sekarang.

 

Di mobil, minyoung, yang duduk disebelah supir , diam diam melirik Jessica lewat spion. Heechul mengulurkan tangannya menggenggam tangan Jessica . Jessica tersenyum.

 

Heechul memerintah minyoung mengalihkaan sebuah departemen store di Busan ke tangan Jessica. Tanpa bertanya, minyoung menurut.

 

Jessica berkata hatinya tidak bisa ditukar dengan pusat perbelanjaan. Jika heechul sedang membalas budi karena ia bersedia menjadi pendonor atau karena heechul hanya ingin memberinya sesuatu, maka seluruh SM pun tidak cukup.

 

“ Apa yang aku lakukan hanyalah apa yang akan dilakukan istri pada suaminya. Apa yang dilakukan seorang anggota keluarga untuk keluarganya. Sesuatu yang memang harus dilakukan. Bukankah aku anggota keluarga presdir? Walau tidak ada yang mengakui ku. Walau tidak ada seorang pun yang menghormatiku, ” mata Jessica mulai berkaca kaca, “ Aku tetap mengatakan pada diriku sendiri kalau aku keluarga presdir. Ibu dari putera presdir. Walau aku ingin diakui dan dihormata, selama ini itu hanya menjadi pikiranku sendiri.”

 

Jessica tersenyum lembut pada heechul di sela sela air matanya. Ia meminta heechul tidak berpikir untuk memberinya apapun.

 

Heechul bertanya pada minyoung apakah minyoung tahu bahwa Jessica tidak di anggap oleh orang lain dan dianggap oang lain memalukan? Minyoung membantah, tidak mungkin mereka berani seperti itu.

 

Tapi heechul berkata sepertinya hanya Minyoung yang tidak tahu, karena ia sejak dulu tahu. Ia berkata sekarang saatnya untuk menghentikan semua itu. Jessica adalah keluarganya. Ibu dari anaknya, dan istrinya. Ia bertanya apa cara terbaik untuk memberitahukan hal itu pada dunia sebelum ia mati.

 

Berikutnya… Yoona mendengar dari Kyuhyun kalau ayahnya akan melangsungkan upacara pernikahan dengan Jessica lau memberikan pengumuman. Hmmmm… berarti selama ini mereka hanya menikah di bawah tangan.

 

Toona membutuhkan waktu untuk memproses berita itu. Ia melihat boneka Barbie nya ada diatas meja. Boneka itu mengingatkannya pada ibunya.

 

Sebelum ibunya pergi meninggalkan keluarga kim, ia menyerahkan boneka itu pada yoona. Ia tahu yoona paling menyukai boneka itu karena itu ia diam diam menyembunyikannya saat Heechul  membuang semua boneka yoona.

 

Yoona saat itu marah dan terluka karena ibunya hendak pergi. Ia berkata tidak ingat boneka itu. Ibunya meminta maaf karena tidak bisa melindungi dan tidak bisa berada di sisi yoona. Selama ini, ia merasa bersalah pada yoona.

 

Ia memberikan boneka itu pada yoona, berharap yoona seperi boneka itu. Berpakaian cantik dan menemukan pria baik untuk menjalani hidup normal dan bahagia. Taeyeon berharap yoona bisa bahagia walau baru di mulai sekarang.

 

Yoona hanya diam. Taeyeon juga menyarankan apakah yoona mau ikut pergi bersamanya dari rumah itu. Jika yoona terus tinngal , mungkin saja yoona merasa sesak hingga mati.

 

Yoona menarik tangannya. “ Meski aku sesak hingga mati, aku akan tinggal disini dan mati ditempat yang merupakan hakku.”

 

“ Yoona…”

 

Yoona membanting bonekanya itu ka lantai. Ia bertekad akan bertahan hingga ia menang. Setelah ia menang, ia akan menghancurka apa saja yang ada di bawah kakinya.

 

“ Aku tidak akan pernah menjalani hidup seprti ibu. Melarikan diri seprti orang yang kalah. Aku , Im Yoona, tidak akan hidup seprti itu!”

 

“ mengapa boneka ini ada di mejaku?” Tanya yoona pada sekretarisnya. “ Lee Donghae yang memberikan boneka itu.”jawab sekretarisnya. Sepertinya yoona menyuruh sekretarisnya menjenguk donghae dan memberikan hadiah jam tangan bermerek. Tapi donghae mengembalikan hadiah itu dengan sopan dan memberikan boneka itu.

 

Yoona pergi ke rumah sakit, berniat memberikan hadiah itu sendiri. Tapi kamar donghae sudah kosong. Perawat mengatakan donghae telah keluar rumah sakit sejam yang lalu. Yoona menyakan alamat donghae.

 

Donghae kembali ke rumahnya. Ia menerima sms dari soora. Soora berkata kalau ia ada di rumah ibunya, ibu yang melahirkannya. Ia akan tinggal di sana mulai sekarang. Jadi mulai sekarang donghae tidak perlu mengkhawatirkannya dan tidak perlu melakukan hal buruk untuk membiayai pengobatannya. Ia berterima kasih karena donghae mau merawatnya selama ini dan meminta donghae terus sehat.

 

Donghae menelpon soora tapi telponnya tidak aktif. Ia lalu masuk ke rumah. Jessica yang sejak tadi berada di depan rumah donghae hendak menyusul donghae ke rumah itu tapi seseorang memanggilnya.

 

“ Nyonya…”

 

Jessica menoleh dan terkejut melihat Minyoung. Ia tertangkap basah berada di luar rumah donghae.

 

Donghae menemukan eunhyuk dan kekasihnya ( kekasih gangster di pesawat) sedang berjemur dengan mengenakan masker. “Hae – ah, kemana saja kau sampai sulit untuk dihubungi?” eunhyuk bertanya, tapi donghae tak menjawabnya dan masuk ke kamar.

 

Kekasih eunhyuk tercengang dengan ketampanan donghae. Eunhyuk buru buru berkata kalau donghae tampan karena operasi plastic. Sebelumnya ia sanagat jelek ( hyukppa ditindas elfishy ??? )

 

Donghae berganti pakaian,  luka di tulang rusuknya masih belum pulih.ia melihat fotonya dengan soora dan berusaha menelponnya lagi, tapi soora tidak bisa dihubungi.

 

Donghae keluar rumah, tidak mempedulikan eunhyuk dan kekasihnya. Ia berpapasan dengan yoona, yang baru pertama kali ini melihat lingkungan seperti itu di seoul, berkat donghae.

 

Yoona duduk di tembok pembatas, kakinya pegal karena berjalan jauh dan menanjak. Donghae mengamati yoona. Yoona berkata apakah rumah rumah di lingkungan itu di bangun dari bahan bangunan sisa?

 

Ia terus berceloteh menyindir dan menghina kondisi lingkungan itu. Donghae tidak nampak tersinggung sebaliknya tersenyum geli.

 

Yoona bertanya, “apakah aku telah membuatmu merasa buruk? Jika begitu aku minta maaf. “ ia tak bermaksud apapun, hanya penasaran dan khawatir. Namun yoona jelas tidak nampakmerasa bersalah dengan kata katanya.

 

“ Apakah kau tertarik padaku?”. Tanya Donghae.

 

“ Apa?”

 

“ Karena kau tidak ingin ketahuan telah tertarik padaku, maka kau menggunakan kata kata yang pedas dan keterlaluan. ”

 

“ Hei…”

 

“ Apa kau tipe yang mudah tersentuh?”

 

“ Tunggu…”

 

“ Apa tipe idealmu pria berwajah tampan?”

 

Yoona menghembuskan napas kesal. “ kau asal bicara. Aku bahkan memanggil kau ahjussi (???).” Donghae sekali lagi menegaskan ia tidak meminta yoona bertanggung jawab, ia sendiri yang 100% sukarela menolong yoona jadi sebaiknya mereka berpura pura tidak saling mengenal. Bukankah ia sudah mengatakannya dengan jelas.

 

“ tapi tak melihatnya seperti itu. Aku bukanlah orang yang suka berhutang budi pada orang lain.” Kata Yoona. “ Baiklah kalau begitu aku akan mencatatnya” balas Donghae. Lalu Donghae mendekati Yoona hingga Yoona salah tingkah. Dung, Donghae menirukan suara benda jatuh lalu pergi meninggalkan Yoona.

 

Donghae ke mobilnya… mobil yang keren untuk seorang bartender. Ia menerima telpon dari soora. Soora mengeluh mengapa hidupnya seperti ini. Mengeluh tentang eommanya yang tidak ia lihat selama 20 tahun.

 

Donghae mendengar suara makian seorang pria dan suara benda jatuh. Ia terkejut. Soora berteriak pada pria dibelakangnya dan mengancam akan melaporkan pria itu ( yang adalah suami ibunya ) pada polisi karena kekerasan rumah tangga. Soora berteriak karena pria itu terus membanting barang barang. Donghae memanggil soora dengan panic tapi telponya telah terputusdan ia tidak bisa menghubungi soora lagi.

 

Donghae bersiap tancap gas menyusul soora. Ia terkejut saat Yoona tiba tiba membuka pintu mobil dan duduk disebelahnya.

 

“ Apaka orang tuamu tidak mengajarkan tata karma ? tidak mendengarkan orang yang sedang bicara dan pergi seenaknya. Mengambil kesimpulan sendiri dan membuat penilaian sendiri,” ujar Yoona.

 

Donghae tidak ada waktu mendengar celotehan dan kata kata tajam Yoona. Ia menyuruh turun. Yoona tidak mau.

 

“ Aku hendak pergi ke suatu tempat Karena urusan darurat,” ujar Donghae.

 

“ Ayo pergi ! jika memang sepenting itu, kita akan berbicara dalam perjalanan ke sana.” Yoona mengenakan sealtbeatnya sambil mengata ngatai donghae sebagai ahjussi yang egois dan pembawa sial.

 

Donghae menjalankan mobilnya. Yoona sebenarnya mulai khawatir tapi ia bukan orang yang akan menyerah dan mengaku kalah.

 

Donghae memacu mobilnya berkelat kelit menghindari kendaraan lain. Persisi seperi yang yoona lakukan pada direktur choi ( part 2 ).

 

Yoona mengira donghae melakukan itu untuk membuat Yoona takut. Donghae berkata ia akan membiarkan Yoona turun jika yoona meminta maaf. Ia belum tentu akan kembali ke seoul hari ini. Yoona tidak percaya dan berkata, “ Tk ada gunanya kau mengancamku..”

 

Donghae semakin menginjak pedal gasnya. Yoona melihat Donghae mengemudikan mobilnya keluar Seoul. Yoona menoleh pada Donghae, seulas rasa takut terbayang di wajahnya.

 

“ aku tidak akan berhenti ditempat peristirahatan menapun sebelum kita sampai. Jadi jika kau hendak turun.. turunlah sekarang. Daripada kau menyesal.” Kata Donghae dingin.

 

“ Sebelum kita sampai, kita bisa berbicara kan?” Tanya Yoona. Ia menyerahkan hadiah pada donghae. Donghae berkata ia telah menolak hadiah itu, sambil mengembalikaanya pada Yoona.

 

Yoona bertanya mengapa Donghae mengembalikan hadiah itu. Donghae tidak seperti orang suci. Awalnya ia tak peduli ada orang yang mempertaruhkan nyawa untuknya, tapi merasa harus membalas budu walau sedikit. Atau jangan jangan Donghae menginginkan lebih?

 

Donghae melirik tapi tidak megatakan apapun. Karena yoona memaksa, akhirnya Donghae mambuka mulut. Jika ia meminta sesuatu, apakah Yoona akan memberikannya? Jika ia meminta Sesuatu yang 100 kali lebih berharga dari jam tangan, apa yang akan  Yoona lakukan?

 

Donghae termenung dan bertanya, jika saat ini ada Sesuatu yang ia perlukan dan yoona memang mampu memberikannya, jika ia memang berencana mendekati Yoona untuk itu, apa yang akan yoona lakukan? Ehm… apa yang dimaksud donghae? Jessica? Balas dendam?

 

“ sepertinya ada yang salah dengan kepalamu, karena kecelakaan itu?” kata Yoona.

 

“mungkin saja begitu.”

 

Donghae mengaku sedikit tertarik pada Yoona saat melihat Yoona di lereng itu. Sebelum kecelakaan, ia tidak pernah tertarik dengan seorang wanita.

 

Yoona meminta Donghae untuk menghentikan mobil tapi Donghae mengingatkan ia tidak akan berhenti di manapun sebelum tiba di tempat yang ia tuju. Yoona mentap Donghae, kesal.

 

“ jangan melihatku seperti itu. Karena kecelakaan itu, tipe idealku berubah menjadi menjadi tipe bertemperamen buruk dan pemilih,” ujar Donghae tenang.

 

Yoona menghembuskan napas kuat kuat. Seprtinya ia salah tingkah dengan pengakuan Donghae tapi tidak mau memperlihatkan perasaanya. Yoona malah mengomel, “ Sebenarnya kita ini mau kemana?! Dan berapa jauh lagi kita akan sampai??!”

 

Sepanjang perjalanan, Yoona terus memperhatikan Donghae. Awalnya dengan tatapan tajam, berubah menjadi rasa penasaran dan tertarik. Donghae bukannya tidak menyadari tatapan Yoona tapi ia membiarkannya.

 

Mereka tiba di tempat ibu soora saat hari sudah gelap. “ kau bisa naik bis atau taksi untuk kembali ke Seoul,” ujar donghae. “ Selamat jalan, oh ya aku adalah tipe orang yang akan mengejar wanita yang menarik untukku walau baru sekali bertemu,”. Lanjut donghae kemudian meninngalkan Yoona yang masih berada di dalam mobil.

 

Donghae meninggalkan Yoona dan pergi ke sebuah kedai minum, milik ibu Soora. Soora tidak terlihat ditempat itu. Donghae memperhatikan ibu Soora.

 

Yoona memutuskan untuk turun dari mobil. Tiba tiba seorang pria masuk ke kedai dan menendang meja yang sedang dibersihkan ibu Soora. Ia berteriak mencari dimana  Soora. Alasannya? Soora telah melaporkannya melakukan KDRT ke polisi sehinnga ia digelandang polisi.

 

 

“ ngh.. ngh.. Soora melakukan itu ka.. karena ia merasa terluka melihatku hidup menderita. ” kata Haena , takut. Tapi kata kata itu malah membuat Hyung Soo semakin marah.  Hidup menderita apanya? Ia menjambak dam memukul Haena…  ouhh.. that’s hard to watch!

 

Saat hyung soo mengambil meja hendak menghantam Haena (ibu Soora) , Donghae menahannya. Donghae hendak menyelamatkan ibu Soora, tapi pria itu hendak memukulnya. Donghae menahan lengan pria itu dan mengancam bisa mematahkan tulangnya. Pria itu membentak Donghae, menantang untuk melekukannya. Donghae menepis tangan pria itu.

 

Ia membantu Haena berdiri. “ siapa kau ?” Tanya  hyung soo . ia mengira Haenayang membawa Donghae. Ia menghempaskan Donghae ke lantai. Donghae memegangi dadanya yang sakit tapi ia berusaha bangkit berdiri saat Hyung Soo kembali memukul Haena.

 

Donghae meninju dan memukul hyung soo tanpa ampun. Yoona terkesiap melihat semua itu. Pria itu berterik minta tolong pada istrinya. Haena, yang telah ditolong Donghae, malah mengambil sapu dan memukuli Donghae.

 

Donghae berteriak kesakitan. Yoona hendak menolong tapi Soora menghambur lebih dulu untuk menghentikan ibunya. Ia berteriak donghae adalah oppanya.

 

 

Donghae duduk di tepi dermaga. Sesekali memegang dadanya yang masih terasa sakit. Yoona menghampirinya.

 

“ Bukankah kau perlu pergi ke rumah sakit? kau punya keahlian membuat masalah. Rusukmu bahkan belum pulih.”

 

“Kau melihatnya?” Tanya Donghae.

 

“ Bagian perkelahian. Kau tadi keren. Dua lawan satu.”

 

Soora berkata pada ibunya , jika bukan karena kakaknya, ibunya pasti telah mati dipukuli hyung soo. Haena berkata itu bukanlah pukulan, tidak merasa sakit. Haena menyuruh Soora makan tapi Soora tidak mau.

 

Haena menarik Soora menemui Donghae. Ia meminta donghae membawa Soora. Soora protes, ia akan tinggal bersama ibunya mulai sekarang. Apakah ibunya tidak tahu seberapa sulit hidup Donghae karena dirinya?

 

“ apakah aku boleh membawa Soora pulang?” Tanya Donghae pada Haena. “ aku tidak mau pergi!!” kukuh Soora. Ibunya telah membuangnya selama 20 tahun, sudah saatnya ibunya bertanggung jawab. Tiap hari dia sakit sakitan, seperti hantu yang mengganggu kakaknya. Ibunya harus bertanggung jawab mulai sekarang.

 

“ Soora!!” Donghae menegur adiknya. Yoona mendengarkan dalam diam.

 

“ Aku tidak punya rasa percaya diri untuk merawatnya,” Haena berkata ia tidak punya makanan dan ia tidak punya uang. Temperamen suaminya semakin memburuk sejak kedatangan Soora.

 

“ Ibu!!”

 

“ jika aku harus memilih satu di antara kalian… aku akan memilihnya. Aku tidak bisa hidup tanpanya. Baik aku menyukai orang itu atau tidak, aku telah hidup bersamanya selama 20 tahun. Sejujurnya maafkan aku, aku tidak punya banyak rasa sayang padamu. Dua puluh tahun lalu aku memberikan mu pada kakakmu. Sejujurnya aku melupakan segalanya segera setelah aku meninggalkanmu,” kata eomma Soora. Bahkan ia berkata ia dan ayah Soora tidak saling mencintai saat Soora dilahirkan.

 

Donghae tidak tahan melihat adiknya disakiti perasaannya oleh ibu sendiri. Ia menyuruh Soora membereskan barang2 nya sekarang juga.

 

“ Daebak, bagainmana bisa seorang ibu seperti itu,” ujar Soora.

 

“ itulah sebabnya kau harus tinggal dengan kakakmu! Dia bukan orang asing! Kalian adik kakak seayah kan? Jika kau mengurusnya selama 20 tahun ini, maka kau harus mengurusnya hingga akhir!” Haena malah memarahi Donghae.

 

“ apa kau tidak dengar?! ” Donghae menahan amarahnya, “ Aku menyuruhmu membereskan barang2 mu sekarang juga!!”

 

Melihat kemarahan kakaknya, Soora akhirnya menurut. Haena meminta Donghae menghubunginya jika Soora menikah nanti.

 

“ Aku tidak akan melakukannya. Aku…tidak akan pernah menelponmu,” ujar Donghae masih menahan Kemarahannya.

 

Haena mengangguk dan berbalik. Diam diam ia menangis.

 

Yoona memandang Donghae dengan pandangan berbeda. Entah ia menyadari atau tidak, mungkin ia merasa Donghae memiliki kesamaan denganya.

 

Soora naik ke mobil dan baru menyadari kehadiran Yoona. “dia adalah kenalanku.” Kata Donghae seakan mengerti apa sedang yang dipikirkan Soora.

 

“ annyeong.. apa kau yeojachingu oppaku?” kata Soora menyambut Yoona. “ bukan, ia bukan kekasihku, hanya seseorang yang aku kenal.” Tukas Donghae kemudian.

 

Melihat Yoona melamun, Donghae memasangkan sealtbeatnya. Mereka meninggalkan tempat itu dan kembali ke Seoul.

 

Dalam perjalanan, Soora baru bisa mencerna semua kata kata eommanya. Ia diam diam menangis dan terisak. Tanpa berkata apa apa Donghae menyodorkan sekotak tissue pada adiknya itu.

 

Tangis Soora semaki keras. Donghae menyalakan radio agar Soora bisa menangis dengan bebas. Yoona mengamati tanpa mengatakan apapun.

 

………………..

 

Jessica pergi ke apartemen Minyoung. Minyoung kaget. Jessica bertanya apakah minyoung tidak akan menanyakan apapun padanya?( mengenai Donghae )

 

“ Ah … mungkin pengacara Ahn yang pandai sudah lebih dulu tahu semuanya?” Tanya Jessica tersenyum.

 

Jessica mengajak Minyoung minum wine. Mereka duduk bersama. Jessica  mulai bercerita tentang masa lalunya.

 

“ aku hidup disana selama 23 tahun. Ibuku seorang wanita panggilan, aku tidak tahu siapa ayahku. Kakakku seorang preman dan penjudi. Mereka berusaha menjualku ke tempat pelacuran setiap kali ada kesempatan, demi uang. Aku  tidak tahu seberapa rendah derajat hidup seseorang, tapi aku menjalani hidup seperti kecoak selama 23 tahun. Tapi…. pria itu menolongku untuk bertahan. Donghae.”

 

Minyoung mendengarkan perkataan Jessica tanpa berkata apapun. “ kau pasti sudah menyelidiki tentang Donghae. Dulu aku mencintai Donghae sama seperti aku mencintai hidupku.” Ujar Jessica.

 

“ bagiku Donghae seperti rumah yang lampunya selalu menyala dengan kehangatan. Dalam dunia yang kejam dan penuh teror, dia adalah rumah yang melindungi ku. Tak peduli apapun yang aku lakukan ia selalu percaya padaku. Satu satunya orang yang selalu berada di sisisku. Dan aku mengkhianatinya. ”

 

Jessica lalu menceritakan pada Minyoung mengenai Donghae yang merelakan dirinya dihukum sebagai pembunuh menggantikannya. Ini adalah hal yang baru diketahui minyoung.

 

Jessica mengaku ia telah mengkhianati Donghae lagi untuk menyelamatkan dirinya. Ia menenggak wine langsung dari botolnya.

 

“ Mencapai puncak dalam kedamaian yang begitu mewah dan memikat, semuanya seperti mimpi. Sepuluh kali sehari aku mencubit diriku sendiri,” Jessica berdiri menghadap Minyoung. Ia ingin tinggal di puncak untuk waktu yang lama. Walaupun ini hanya mimpi, ia tidak ingin bangun hingga ia mati. Ia meminta Minyoung membantunya.

 

Heechul terbangun dan menemukan Jessica tidak berada di sisinya. Tiba tiba rasa sakit menyergapnya.

 

Yoona dan Soora tertidur dimobil. Donghae mengantar Yoona pulang. Ia melihat Jessica diantar Minyoung karena Jessica sedikit mabuk. Donghae menghentikan mobilnya dan memperhatikan keduanya.

 

Jessica berkata ia tidak mabuk. Itulah sebabnya ia mengajak Minyoung minum bersama agar ia tidak menghabiskan  seluruh isi botol. Jessica beranjak masuk.

 

“ Apakah kau mempercayaiku?” Tanya Minyoung tiba tiba. Mengapa Jessica mempercayainya yang telah 10 tahun mengabdi pada pada presdir. Bahkan presdir lebih percaya padanya daripada keluarganya. Jika ia memberitahu presdir mengenai hal ini….

 

“ Aku tahu kau tidak akan melakukannya…karena kau menyukaiku. Sejak dulu, bahkan sebelum presdir, kau telah mencintai Jessica Jung.”

 

Minyoung tertegun namun tidak menyangkal. Jessica mendekati Minyoung, lalu mencium bibirnya lembut.

 

Donghae terkejut. Ia mengalihkan pandangannya. Namun pelan pelan ia menatap tajam keduanya.

 

Jessica tersenyum sementara Minyoung tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. “ kau boleh memberitahu presdir tentang hal ini.” Ujar Jessica. Then what? Apakah itu ancama tersembunyi Jessica akan memberitahu presdir mengenai perasaan Minyoung padanya?

 

Minyoung kembali ke mobilnya. Donghae memperhatikan Jessica. Jessica melihat kepergian Minyoung dengan tatapan dingin. Suara pintu terbuka membuatnya menoleh.

 

Ia terkejut melihat Donghae. Lebih terkejut lagi ketika Donghae membuka pintu dan menolong Yoona melepaskan sealtbeat-nya. Yoona heran kenapa ia bisa tertidur di mobil lain. Ia turun dan melihat Jessica tertegun menatap mereka.

 

“Gamsahamnida” ujar yoona kemudian, bahkan suarnya sengaja dikeraskan, seakan ingin Jessica mendengar kata katanya.

 

“Mari kita bertemu kembali. Tiba tiba saja, aku penasaran mengenai dirimu. Mari kita bertemu lagi,” kata Yoona sambil tersenyum.  Entah  ia menatap  Jessica saat mengatakan itu atau menatap Donghae?

 

“ Besok, dan juga lusa…” lanjut Yoona.

 

Donghae tersenyum, semetara Jessica terlihat panik.

 

 

TBC

 

Gimana chingu, memuaskankah atau tidak???

Mian kalo kepanjangan, hehehe ^p^

Oke…

See you to next part…………

 

Like + Comment  = Lanjut

Pos ini dipublikasikan di yoonhae dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s