[ Part 9 ] ^^ Love , Family , and Life = Conflict

Gambar 

Author : hasanahnana a.k.a young hae ta

Genre : love, family, friendship , lifestyle

Main cast:

1. Lee Donghae

2. Im Yoona

3. Kim Heechul (yoona appa)

4. Jessica Jung

 

Other cast : 

1. Lee Soora (donghae yeodongsaeng)

2. Lee Hyukjae a.s Eunhyuk

3. Jung Jaejong (jessica oppa)

4. Cho Kyuhyun

5. Ahn Min Young

6. Kim Haeyang (yoona namdongsaeng)

7. Choi Jin Ri alias Sulli

8. Sekretaris Hyun

9. Sekretaris Chang

                 

Desclimer : FF ini merupakan duplikat dari drama korea “nice guy” yang dibuat versi yoonhaeand a ihope you like it ^^

 

HAPPY READING ^^

 

Yoona POV

 

Hari sudah malam, pikiranku kosong. Terserah kaki ku ini mau membawa ku kemana.

 

“huhh,,, kaki kenapa kau membawaku kesini?”

Yak, saat ini aku berada di rumah Donghae. Tapi aku ragu untuk masuk atau tidak. Apalagi aku mendengar suara lagu yang diputar keras-keras. Kasian sekali telinga ku ini.

 

Author POV

 

Ternyata yang memutar lagu itu adalah Eunhyuk yang sedang ber-shuffle dance dengan riang semangat namun aneh. Dan tarian nya tiba berhenti karena tak disangka Soora datang mematikan player.

 

“Mengapa dimatikan? Aku sedang menikmati suasana seperti ini. Mungkin kalau perlu aku akan mendaftar audisi menjadi penari latarnya Team Lee.”

 

Tapi Soora tak berkata apa apa hanya mengkerutkan keningnya melihat Eunhyuk yang aneh.

 

“menurutku kau harus keluar dari pekerjaanmu itu.” Ajak Eunhyuk.

 

Tapi Soora malah menambah kerutan dikeningnya.

“Yakkkk!!! Kenapa kau hanya bisa bereaksi seperti itu? Katakanlah sesuatu.” Seru Eunhyuk.

 

“hai, kau ini kenapa sih? Kau sedang rindu dengan Sulli, ne?” Tanya balik Soora.

 

“Sulli? Nugu? Aku hanya mengenal Yuri SNSD tapi aku tak tahu siapa itu Sulli.”

 

“Yakkkk! Kau ini da-”

 

Teriakan Soora harus terhenti karena terdengar bunyi bel. Ada orang diluar.

 

“oh?! Annyeong.” Soora kaget melihat Yoona berdiri di depan rumahnya, tapi Soora menyambut Yoona. Ia masih ingat kalau Yoona adalah gadis yang pernah ia temui di Joo Mo Jin.

 

“Nado annyeong. Hmmm… Neo oppa, eodisseo?” Tanya Yoona sambil tersenyum

 

***********

 

Donghae sedang bekerja di bar. Namun pelanggannya hanya 1 orang, Jessica. Jessica telah menyewa 1 malam bar itu.

 

“Apa-apaan yeoja ini? Seenaknya saja menyewa tempat ini.” Rutuk Donghae.

 

Tapi ia sebagai bartender, tetap melayani Jessica dan membuat minuman pesanannya. Tanpa banyak kata, Donghae membuatkan minuman Absinthe.

 

“Wahhh,, kemampuanmu bagus juga Donghae-ah.” Pujinya.

“Bahkan aku juga kagum dengan caramu membuat Yoona yang dingin itu menjadi Terpesona padamu. Tapi bukanlah kau sebaiknya berhenti menipunya sekarang dan biarkan ia kembali ke dunianya? Ia gadis yang malang. Cukuplah aku saja yang menghancurkannya, aku tak butuh bantuanmu.” Lanjutnya.

 

Donghae hanya diam, belum berniat menjawabnya dan masih berkutik dengan minumannya. Ia hanya mendengarkan ucapan Jessica. Bahkan yeoja itu mengatakan kalau Yoona hanya berpura-pura tampak kuat diluar nya, tapi Yoona tak akan dapat mengalahkannya.

 

“Bagaimana mungkin orang yang memiliki semuanya dapat mengalahkan orang yang tak punya apa-apa?”

 

Omongan Jessica dianggap angina lalu oleh Donghae dan Donghae menyodorkan minuman yang telah ia siapkan.

 

“Cepalah minum dan segeralah pulang.” Ucap Donghae yang sedari tadi hanya diam.

 

Tapi Jessica pantang mundur dan berkata, “Aku benar-benar tulus saat mengatakan ingin kembali padamu. Aku juga masih memiliki perasaan padamu, Lee Donghae.”

 

Donghae tak menjawab. Ia malah mengambil handphonenya yang berbunyi. Ada sms dari Eunhyuk yang mengatakan kalau Yoona akan datang ke bar dan menyuruh Donghae untuk menyingkirkan semua yeoja yang ada dipelukannya. Mereka akan tiba dalam waktu 10 menit.

 

***********

 

“Chogiyo, kau perlu repot-repot mengantarkanku. Aku bisa sendiri.” Ucap Yoona.

 

“Gwaenchanha, kebetulan aku juga harus kesana. Aku juga bekerja disana.kita akan sampai sebentar lagi. Aku menyanyi disana, apa kau mau minta tanda tanganku??” ucap Eunhyuk ## aigoo… hyuk oppa narsisnya mulai keluar. Wkwkwkw ^^

 

LOL. Pertanyaan yang aneh. Yoona hanya dapat tersenyum canggung tak tahu bagaiman menjawabnya. Untung handphone Yoona bordering. Donghae menelponnya.

 

“Yeoboseyo??” sapa Yoona.

 

“ne. Yoona-ah.” Balasnya.

 

Tapi Yoona tak tahu kalau sebenarnya Donghae menaruh handphone dan memasangnya dengan mode speakerphone. Sambil tersenyum dingin memandang wajah Jessica yang pucat Donghae berkata, “Neomu Bogoshipeoyo, Yoona-ah.”

 

Jessica menggengam gelasnya lebih erat.

 

“Donghae-ah, aku telah diusir dari rumah.” Ucap Yoona.

 

“Aku sudah menduga itu. Aku telah menyiapkan tempat untukmu, Yoona-ah. Kau bisa tinggal dirumahku. Bersamaku.” Balas donghae sambil tersenyum pasa Jessica.

 

Yoona tersipu mendengarnya.

 

“Aku lapar Donghae-ah.”

 

“Baiklah, aku akan memasak untukmu.” Balas Donghae.

 

“Kau tahu, aku suka ramen, dimsum goring dan kue beras pedas.” Ucap yoona.

 

Dengan suar rendah menngoda, Donghae menatap Jessica tajam namun menjawab Yoona, “Aku akan membuatkannya untukmu. Cepatlah kesini.”

 

“Saranghaeyo,” kata kata itu tiba-tiba terlontar dari mulut Yoona. Tak mendengar jawaban dari Donghae, ia mengulang kata-kata itu lebih keras hingga membuat Eunhyuk menoleh karenanya.

 

Donghae tersenyum manis dan berkata, “Nado. Nado Saranghaeyo.” Tatapannya masih pada Jessica, belum beranjak.

 

Diujung telepon, Yoona tersenyum senang dan menutup teleponnya.

 

“Chogiyo, berapa lama lagi kita sampai?” Tanya Yoona.

 

“Tak perlu memanggilku seperti itu. Kau bisa memanggilku Eunhyuk.”

 

“Hmmm, baiklah. Eunhyuk-shii, kau bisa memanggilku Yoona.”

 

“Ne, sebentar lagi sampai Yoona-shii.” Namun kemudian parasnya berubah menjadi serius.

“Yoona-shii, apakah kau benar-benar tak mau tanda tanganku?”

 

Heheheh…. ^^

 

Donghae keluar dari balik meja bartender dan meninggalkan Jessica.

 

“Pulanglah, sebentar lagi yeojachingu ku akan datang.” Suruh Donghae.

 

Jessica meraih tangan Donghae, mencegahnya pergi, “Kau aka membawa gadis itu sampai mana? Ia kelihatan 100% tulus padamu. Apakah kau bisa setenang ini memperalat seorang gadis yang polos?”

 

“Apa kau pikir aku 100% berpura-pura padanya?” potong Donghae.

“Aku namja biasa dengan otak pas-pas an. Sedangkan Yoona, ia cantik, pintar dan memiliki latar belakang yang mengagumkan. Apa kau pikir aku bisa 100% ber[ura-pura padanya?”

“Sudahlah, kau pulanglah. Akan aneh jika kau berpapasan dengan Yoona nanti.” Lanjut Donghae.

 

Tapi Jessica tak dapat digertak begitu saja. Bukankah Donghae juga akan menrasakan hal yang sama?   “Haruskah kita tertangkap basah sekarang, Donghae-ah”

 

Tanpa menunggu jawaban, Jessica menarik kepala Donghae dan menciumnya. Jessica tersenyum menantang, “Pose kita ini pasti tak akan membuat orang salah paham, kan? Saat Yoona nanti masuk, ia langsung tahu apa yang sedang terjadi didalam dan mengerti siapa yang memperalatnya beserta cara dan alasan mengapa memperalatnya. Mari kita sama-sama tertangkap basah, Lee Donghae.”

 

Donghae menatap marah Jessica. Ia menghapus bekas ciuman Jessica dan berkata, “Berhenti bermain-main.”

 

Tak disangka Donghae mendorong Jessica ke tembok dan memaksakan ciuman ke bibir Jessica. Jessica mengeryit panic dipaksa seperti itu. Tapi Donghae tetap pada posisinya dan kemudian mengeluarkan handphonenya, dan kemudian memotret mereka berdua yang masih berciuman.

 

Setelah foto didapat, Donghae melepaskan ciumannya, puas.

 

“Apa ini? Apa yang sedang kau lakukan?” teriak Jessica marah.

 

“Bukankau kau dulu adalah wartawan berita? Kupikir kau tak tahu apa arti tertangkap basah,” Donghae menunjukkan fotonya. “Ini adalah caranya kau tertangkap basah, Jessica Jung.”

 

Mata Jessica terbelalak melihat foto itu, menepisnya hingga jatuh. “Apakah kau sudah gila?”

 

***********

 

Yoona sudah sampai diluar bar. Tiba- tiba handphonenya berbunyi dan ada pesan gambar datang. Tercengang, itulah keadaanya sekarang. Foto Jessica sedang berciuman dengan Min Young. Ia langsung menelpon kyuhyun dan menghardiknya.

 

***********

 

Donghae memungut handphone dan bertanya kalem namun keji, “inilah imbalannya kalau kau memainkan permainan ini. Apakah kau tak mengerti?” Donghae mengembalikan kata-kata Jessica sebelumnya untuk menggambrkan hubungan mereka berdua.

 

“Bagaimana seorang yn=ang memiliki banyak hal bisa mengalahkan seseorang yang tak memiliki apa-apa? Dari awal mereka sudah digariskan berbeda.”

 

“Bukankah katanya kau ingin menyeretku turun? Tanya Jessica pedas.”, “apakah kau pikir kau bisa menurunkanku setelah kau memanjat naik? Untuk naik ke atas kau harus merendahkan dirimu ke sebuah tempat yang gelap dan jahat.”

 

“Kupikir bisa.” Jawab Donghae.

 

“Oke. Kalau begitu mari kta lakukan,” tukas Jessica yakin.

 

“Aku tak akan turun dan kau juga tak mau berhenti. Jadi mari kita lihat sejauh mana kita dapat bertahan.”

 

Dan jesica berlalu pergi. Namun sebelumnya ia sedikit limbung dan tertatih-tatih. Dan untuk pertama kalinya sejak ia bertemu Jessica, Donghae menampakkan kekhawatiran yang sesungguhnya saat melihat langkah Jessica yang gontai.

 

Jessica bertemu Eunhyuk diluar. Belum sempat ia menyapa, Min Young datang dengan mobilnya dan mengantar Jessica pergi.

 

***********

 

“Bagaimana jika kau kuantar kerumah sakit?” tawar Min Young.

 

“Tak perlu. Ini hanyalah sakit punggung yang kadang kadang kambuh. Tak perlu dikhawatirkan.” Balas Jessica.

 

“Aku tahu, Min Young memiliki ambisi pribadi dan menyuruhnya untuk mempergunakan aku untuk mencapai ambisi itu. Tapi hanya gunakan aku dan jangan menyukai ku. Wanita ini, Jessica Jung lebih baik diperlakukan seperti itu.” Gumam Jessica.

 

***********

 

Di Bar, Eunhyuk menemukan Donghae duduk terdiam. Bak patung.

 

“Apa yang diminta oleh Jessica? Apakah ia ingin memulainya dari awal lagi? Atau yang lainnya.” Tanya Jessica.

 

“Jangan berlebihan. Diman Yoona? Bukankah tadi kau bilang bersamanya?” Tanya Donghae.

 

“Tadi ada sesuatu hal yang yang mendadak, jadi dia pergi lagi dengan taxi. Tapi aku tak tahu itu hal apa. Bukankah lebih baik begini?, Hae-ah aku sudah putus dengan Sulli, karena itu aku harus berpura-pura dirumah, bahkan tak dapat menangis.”

 

“Teman maukah kau menemaniku minum?Hiburlah aku.” Pinta Eunhyuk.

 

*************

 

Yoona menemui Kyuhyun hanya untuk memarahinya.

 

“Untuk apa kau mengirimkan foto seperti itu?” tanyanya.

 

“Yoona-ah, itu bukn foto buatan. Aku mendapatkannya dari kamera CCTV.” Kyuhyun menunjukkan foto yang lebih besar di Note-nya, membuat Yoona lebuh terkejut.

 

“Aku sengaja mengirimkan kau ini, supeya kau datang kemari. Ayahmu mengajukkan syarat padamu jika kau ingin kembali ke SM. Jika kau berhasil menyelesaikan mesalah serikat buruh dalam 2 hari, kau akan dikembalikan ke posisimu semula.”

 

“Mian, tapi aku kesini bukan untuk mesalah pekerjaan. Aku kesini untuk menanyakan foto itu.”

 

“Tapi ini sangat penting, Yoona-ah. Bagaimana pun presider sedang sakit dan Jessica akan mulai bekerja bulan depan setelah penjualan Aomori selesai. Jikan kau pergi sekarang, kau mungkin tak akan bisa kembali ke SM.” Ujar Kyuhyun.

 

Yoona mencengkram legan kursi erat, geram dengan kondisi ini.

 

“Apakah appa tahu masalah ini foto ini?” Tanya Yoona.

 

“Tidak. Aku tidak berani memberi tahunya mengingat kondisi appamu yang sedang sakit. Jadi apa yang bisa kita lakukan sekarang?” Tanya Kyuhyun. Bahkan ia sampai mengulangnya 3 kali karena Yoona tak kunjung menjawab.

 

“HEY!!! Bisakah kau diam? Aku sedang berpikir keras sampai kepalaku seperti mau pecah!! Tolong jangan bicara lagi!!” marah Yoona.

 

“Kekeke…” tawa Kyuhyun pelan.

 

**********

 

Saat mobil Min Young berada di depan rumah Jessica, Presdir Kim menelponnya.

 

“Bisakah kau memasang alat pelacak di handphone Jessica? Tadi ia pamit untuk menemui guru Haeyang, tapi kata gurunya pertemuan itu dibatalkan.”

Sambil memegangi dadanya yang kesakitan, ia berkata “Kadar kepercayaanku pada waita hanya 30% saja.”

 

“Baiklah, aku janji akan aku lakukan”. Ujar Min Young. Dari kaca ia melihat kalau Jessica mendengarkan pembicaraanya.

 

***********

 

Pernah kalian mendengar kata-kata ini? kalau kalian jadian, makan-makan. Sedangkan kalau putus, kalian minum-minum. nahh……. Itulah yang terjadi pada Eunhyuk sekarang.

 

Donghae menemaninya duduk, tapi ia tak ikut minum.

 

Donghae ingat, bagaimana dulu Jessica pernah dipukul dan ditendangi oleh kakaknya, hanya karena ia tak mau menyerahkan tasnya yang didalamnya ada uang tabungannya. Ia bahkan meringkuk demi melindungi tasnya, membiarkan punggung nya ditendangi. Isi buku tabungan itu adalah uang kuliah Donghae, bukan uangnya. Lantas ia tak mau memberikannya.

 

Mengingat hal itu, Donghae menenggak sojunya dan mengabaikan panggilan telpon Yoona.

 

************

 

Yoona sekarang ada dikedai. Ditemani Kyuhyun tentunya, ia menemui pemimpin serikat buruh.

 

“Terima kasih. Sudah mau menemui saya. Maaf, saya memang pengkhianat berlidah dua.” Ucap Yoona merendah.

 

Yoona mengulurkan tanganya hendak berjabat, tapi tak disambut oleh tangan siapa pun. Mereka malah memandang Yoona curiga.

 

“Aku tahu, kalian tak mau mempercayaiku. Bagaimana jika kita minum dulu?” tawar Yoona.

 

Salah satu buruh memberi syarat, “Baiklah. Bagaiman jika kita bertaruh minum didepan pengacaramu ini? Jika kau kalah, maka kau harus mengikuti kemauan kami. Tapi jika sebaliknya, kami akan mengikuti kemauan mu.” Tantang buruh itu.

 

Didepan mereka sudah ada satu krat soju. Buruh itu sudah menyiapkannya untuk ini.

 

***********

 

Eunhyuk dan Donghae sama tertidur gara-gara mabuk. Soora datang ke bar, melihat semuanya terkapar.

 

“Sulli-ah, sulli-ah. Mengapa kau pergi saat kau kusuruh pergi?” igau Eunhyuk.

 

Mendengar itu, sontak Soora menyadari kalau Eunhyuk belum bisa melupakannya, mantan kekasihnya. Bahkan ia sampai menari gila didepan Soora, agar tak membuatnya khawatir.

 

“Eunhyuk-ahh, mengapa kau sangat hebat dan keren?”

 

“Sssttt,, Eunhyuk-ahh bangun. Kita pulang sekarang.” Ujar Soora.

 

Tapi tak ada balasan dari yang punya nama, ia hanya mengigau tak jelas. Hingga ia mendengar Eunhyuk mengigau jam tam tangan, dan mengartikan itu jam tangan Donghae.

 

Soora langsung mengambil jam tangan Donghae dan memakaikannya di tangan Eunhyuk.

“Bahkan ini terlihat sangat cocok ditanganku, dibanding ditangan anak itu.” Igau Eunhyuk melihat jam tangan itu bertengger manis dipergelangannya.

 

Hingga akhirnya Soora mengajak Eunhyuk pulang. Menarik tubuhnya dan…..

 

menggendongnya di punggung. LOL…. Kalian tahukan seperti apa??

 

Hasilnya kaki Eunhyuk menjuntai dilantai dan terseret-seret saat Soora mulai berjalan. Sebelum pergi, Soora menoleh ke kakaknya yang tertidur mabuk dan berkata,

 

“Oppa, kau tahu kan bagaimana pulang sendiri? Kalau begitu, annyeong…. Sampai bertemu dirumah, ya…”

 

************

 

Yoona dan ketua mulai membuka dua botul soju dan menuangnya ke dalam baskom. Sudah banyak soju yang mereka minum. hinnga akhirnya Yoona tak kuat. Tapi Yoona menutupinya dengan pergi ke toilet.

 

Diluar, Kyuhyun menghentikan Yoona.

 

“Apa maksud dari pertaruhan bodoh ini? Hmm,?” Tanya Kyuhyun.

 

“Aku harap mereka akan mempermudah usahaku karena menganggap hal ini lucu.” Jawab Yoona.

 

“Appa memberikan tugas yang mustahil aku lakukan, kecuali aku membawa tukang pukul dan memukuli mereka hingga mereka menuruti kemauanku. Tapi aku tak mau melakukan itu sekarang.……..  kenapa app begitu tergila-gila pada Jessica. Ia menyuruhku masuk ke kandang singa. Oleh karena itu, aku tahu jalan keluarnya.” Lanjutnya.

 

“Apa? Jalan keluar apa yang kau tahu?” Tanya Kyuhyun.

 

Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya agar tetap sadar, Yoona berkata, “Ayo kita melarikan diri. Ambil mobilmu dan kita lari sekarang sebelum mereka sadar.”

 

Namun, saat Kyuhyun datang dengan mobilnya, Yoona sudah menghilang.

 

**************

 

Donghae bangun dan mendapati Eunhyuk dan jam tangannya tak ada di tempat. Beranjak pulang.  Diperjalanan ia mendapat telepon dari Yoona yang meminta maaf karena tak bisa datang.

 

“Yoona-ahh, apa kau sedang mabuk? Kenapa dengan suara mu?” Tanya Donghae.

 

“Ne, aku hanya minum beberapa gelas saja. Donghae-ahh, apa yang telah kau lakukan hingga membuatku begini. Seharian ini aku terus memikirkanmu, rasanya aku akan gila.” Oceh Yoona.

 

Donghae mendengar suara Yoona, tapi tidak di telepon. Mencari-cari arah suara itu dan menemukan Yoona duduk disebuah lorong dengan mabuk dan berkata,,,

 

“Aku tak dapat berpikir saat bekerja. Kau selalu muncul dikepala ku dan membuatku merindukanmu.”

 

Donghae menghela nafas, perlahan menghampiri Yoona dan berkata, “kau tidak bertindak seperti biasanya. Ini bukan Im Yoonayang dikenal orang-orang.”

 

Yoona tak menjawab apapun. Tak kaget akan kehadiran Donghae yang jongkok didepannya, malah menatap dan bertanya, “Apa ini? Apakah kau muncul dikepalaku lagi?”

 

Donghae menurunkan handphonenya, bertanya, “Seberapa banyak kau minum?”

 

Yoona tak menjawab. Dengan telunjuknya ia menyentuh pipi Donghae dan heran, “Woww, benar-benar terasa nyata. Seperti 3 dimensi.” #Yoong eonni itu Haenya nyata loh,, ckckckc……

 

Yoona menurunkan handphonenya dan mulai mengagumi 3D yang ada didepannya. Ia meraba hidung dan bibir Donghae, terkesima.

 

Donghae hanya mampu memandang gadis didepannya yang meracau tak karuan, “Aku menyesal saat aku memikirkan tentang kehidupanmu, anggap saja ini adalah sebuah mimpi buruk yang singkat, yang terjadi di kehidupanmu.”

 

Bukannya marah, Tapi Yoona malah memuji, “Woww! Gambar ini bahkan bisa bicara!”

 

“Kau dapat bangun dari mimpi burukmu. Dan setelah beberapa waktu, kau bahkan tak akan mengingat mimpi itu tentang apa.” Ujar Donghae.

 

Yoona hanya bisa meng-oohh aahh dan menepuk-nepuk bibir Donghae, “Ini benar-benar hebat. Gambar yang bisa bicara.” Dan setelah itu Yoona muntah-muntah dan pingsan.

 

Donghae membawa Yoona pulang dan membaringkannya. Saat menyeka leher dan wajahnya, tangan Donghae berhenti dan memandang Yoona dengan tatapan berbeda. Tertarik? Kasihan? Atau merasa bersalah?

 

Apapun artinya, pandangan Donghae  beralih pada handphone Yoona yang bordering. Ternyata dari Kyuhyun.

 

“Yeoboseoyo… Yoona-ahh?”

 

“Maaf ini buka Yoona.” Jawab Donghae.

 

“Nugu? Apakah Yoona baik-baik saja? Apa dia bersamamu?” Tanya Kyuhyun lagi.

 

“Aku Lee Donghae. Ne, dia bersamaku. Dia tertidur akibat mabuk berat.”

 

“oh, apakah kau pacar Yoona? Yoona sering menyebut namamu.”

 

“ha?…. oh, ne.” jawab Donghae mengiyakan.

 

“Baiklah, aku lega. Setidaknya ada yang menjaga Yoona sekarang.” Ucap Kyuhyun. Lalu memutuskan telepon. Sebenarnya hati Kyuhyun jauh dari kata lega.

 

Saat pagi datang, Donghae etrnyata tidur di lantai disamping Yoona, menungguinya. Yoona yang saat itu sudah bangun, hanya berbaring dan tersenyum menatap Donghae.

 

************

 

Sementara itu di rumah besar, Jessica saat itu juga sudah terbangun tetap berbaring, namun kemudian memunggungi suaminya.

 

Dan Kyuhyun lari pagi dan tak sengaja berpapasan dengan Min Young. Kyuhyun hanya mengangguk hormat tanpa berkata apapun dan meninggalkan Min Young sendiri.

 

************

 

Di kantor Kyuhyun memeriksa rekaman CCTV itu dan akhirnya melihat potongan rekaman berikutnya. Yaitu Donghae yang mengantarkan Yoona.

 

Direkaman itu wajah Donghae terlihat cukup jelas bila dicocokan dengan foto Donghae. Dan ia menelpon seseorang untuk memperjelas wajah di CCTV.

 

**********

 

Donghae terbangun tapi belum beranjak dari posisinya dan mendapati Yoona sedang menatapnya, senyum.

 

“Morning,,” sapa Yoona

“Morning too,,” sapa Donghae

“apa yang aku lakukan kemarin? Apakah aku bilang kalau aku akan gila karena memikirkanmu?”

“yeah,,” angguk Donghae

“Lalu apa lagi?”

“Kau yakin ingin mendengarnya? Kedengarannya sangat gombal, kau pasti akan muntah lagi.”

Yoona tersenyum, namun tetap bertanya lagi, “Diantara pengakuan gombalku, apakah kau tak memberi jawaban?”

Donghae mengiyakan lagi, namun Yoona tetap kekeh dengan pertanyaanya, “Lalu apa jawabanmu?”

Dan kali ini Donghae memutuskan untuk bangun dan  bertanya balik, “Apakah kau tak lapar? Kau muntah sagat banyak semalam.”

 

Donghae menyentuh tangan Yoona mengajaknya untuk makan. Tapi kali ini Yoona bertanya lebih keras lagi, “Apa jawabanmu? Jika aku tahu aku tak akan bertanya padamu. Ah,, kau tidak adil.”

 

**************

 

Dikantor Kyuhyun keluar ruangan security. Ia menelpon Sekretaris Hyun memastikan apakah pacar Yoona adalah Lee Donghae? Dan yap, mendengar itu Kyuhyun lemas mendengarnya.

 

********

 

Donghae menatap Yoona berkata, “Im Yoona, kau sedang sial, karena kau masuk dalam jebakan Lee Donghae. Apakah kau mau melarikan diri sekarang? Bagun dan pakailah sepatumu. Larilah sekencang-kencangnya untuk bisa pergi dariku. Aku hanya akan memberikan kesempatan satu kali saja.”

 

Yoona mencoba mencerna kata-katanya.

 

“Kata-katamu sedikit aneh. Apakah itu hanya gurauanmu saja?”

Sambil tersenyum Yoona melanjutkan,”Apakah kau serius dengn kata-katamu tadi? Kau mau tau tahu jawabanku?”

 

………… dan Yoona menciumnya sebagai jawabannya.

 

***********

 

Jessica sedang mencoba gaun pengantinnya ditemani Min Young. Seriously, Min Young benar-benar mengekor kemanapun Jessica pergi. Apa Jessica tak punya teman untuk menemaninya mencoba gaun pengantin?

 

Ia mendapat telepon dari Donghae. Namun betapa terkejutnya karena bukan suara Donghae yang ia dengar melainkan suara kakaknya, Jung Jaejong.

 

“Yeoboseyo Sica-ahh, kau dimana sekarang?”

 

Bagaimana handphone Dongahe berada di tangan Jaejong? Ternyata Jaejong datang ke rumah Donghae saat Donghae taka da, memukuli Eunhyuk hingga berdarah dan mengambil handphone Donghae.

 

************

 

“Aku pulang,,”. Ah ,, itu ternyata suara Donghae

“Oppa, oppa tadi Jaejong Oppa kemari. Dia tiba-tiba masuk rumah. Mengambil handphonemu  dan memukul Eunhyuk.”

“Mwoo!! Kau tak apa Eunhyuk-ahh? Untuk apa ia kembali lagi?” Tanya Donghae

“Seperti yang kau lihat, babak belur. Pokoknya kau tak boleh berurusan dengan kakak-adik itu. Tadi aku melihat mata Jaejong yang garang, seperti ingin membunuh Jessica bila ia  berhasil menangkapnya.”

 

**************

 

Yoona mendatangi kantor serikat buruh. Dan ia menepati janjinya. Menyetujui permintaan mereka, yaitu menaikkan upah 2% dan pembangunan tempat istirahat bagi para pekerja.

 

Saat membaca klausul yang ke-3 : sekolah gratis hingga SMA, Yoona juga menyetujuinya. Ia akan menjual mobil, motor, perhiasan dari ibunya dan dana lainnya. Sisanya ia akan mengambil pinjaman, hingga bisa mencukupi klausul ini.

 

Para pekerja itu mulai tak enak hati. Tapi Yoona tetap melanjutkan. Klausul terakhir adalah : memperkerjakan 9 orang yang telah dipecat. Untuk yang satu ini ayah tak mungkin mau. Jadi dia sendiri yang akan memperkerjakan mereka dan akan memperlakukan sebagai pekerja biasa.

 

Persetujuan yang sangat mudah ini malah membuat pemimpin serikat buruh ragu.

 

“Apakah Presdir Kim benar-benar menyuruh anda untuk menyelesaikan masalah ini dengan dana pribadi anda sendiri? Apakah kau nanti tak akan dapat masalah?”

 

“Tentu saja saya akan mendapat masalah. Appa tinggal menanggalkan nama saya dari kartu keluarga”. Setelah selesai Yoona pergi begitu saja.

 

************

 

Dihalte bus, Kyuhyun mengejar Yoona. Tidak, ia tak akan menceramahi pada kelakuan Yoona tadi. Melainkan memberikan sebuah amplop pada Yoona.

 

“Ini. Bukalah jika kau sempat.”

Hampir saja Yoona membuka amplop itu, namun bus sudah datang.

 

************

 

Mendekati rumah Donghae, Yoona dihampiri oleh tetangga Donghae. Dengan canggung bibi itu menitipkan sebuah figura foto untuk Donghae.

 

“Tolong berikan ini pada Donghae. Too diujung jalan akan tutup dan pemilik tokomeminta saya untuk memberikan ini pada Donghae.”

 

“Baiklah bibi,,”

 

Tanpa prasangka, Yoona menerima figura itu dan berjalan lagi. Tapi ujung matanya melihat isi figura itu. Ia menghentikan langkahnya dan melihat foto dalam figura itu lebih jelas lagi.

 

Yoona tak tahu kalau Sekretaris Chang (yang dulu membohongi Kyuhyun  atas suruhan Min Young) mengawasinya dari kejauhan.

 

Sementara itu, Donghae keluar rumah dan melihat Yoona yang berdiri mematung dijalan. Ia tersenyum menyambut kedatangan Yoona.

 

 

 

 

TBC

 

Gimana chingu, memuaskankah atau tidak???

Mian baru bisa dipost,,,, menurut kalian menulisan ff ini udah bagus atau masih banyak typo??

 

Mianhae, soalnya baru pertama kali buat ff. bila ada kekurangan kalian bisa koment dan saya bisa menulis lebih baik lagi. Jangan jadi SIDERS ne,,??

 

Oke !! See you next part…………

Like + Comment  = Lanjut ^^

 

 

YOONHAE JJANG >>>>>>>>>

Pos ini dipublikasikan di yoonhae dan tag . Tandai permalink.

10 Balasan ke [ Part 9 ] ^^ Love , Family , and Life = Conflict

  1. Yoonhae shipper berkata:

    Lanjut thor…keren deh…

  2. Dhe Pyrotechnics berkata:

    Keren..
    lanjut secepatnya ya thor

  3. widia berkata:

    Foto siapa itu? Penasaran
    Lanjut thor, hwaiting !

  4. eilistha berkata:

    krennn..
    lnjut thot…

  5. eilistha berkata:

    krennn..
    lnjut thor..

  6. Lin berkata:

    Maaf langsung komen di part ini..
    Next penasaran

  7. Riski Nur Arifiani berkata:

    annyeong^^ new reader di sini, mian baru komen di part ini..
    next part kok lama banget thor?? kapan nih di post? udah penasaran banget nih thor..
    jebal iya thor, buruan di post..
    Author fighting!!😀

  8. ziieziie berkata:

    mian thor lgsg komen disini aja ya, sambungannya mana? ditunggu, penasaran sm endingnya🙂

    ceritanya menarik, buat part” awal bahasa sm penulisannya masih kaku, agak aneh, mian >.<v..
    tp part" akhir 8,9 udah lumayan dimengerti, sudut pandang dan percakapannya lebih jelas, masih ada typo dkt hehe .

    lanjut lanjuuut😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s