CHEEKY ROMANCE_YOONHAE VER. (6)

 

 

 

Gambar

 

 

Author : Nana Lee

 

Novel Karya : Kim Eun Jeong

 

Cast :

 

     1.        So Yoon Pyo a.k.a Lee Donghae

    2.        Yoo Chae a.k.a Im Yoon Ah

    3.        Ki So Yeong a.k.a Kwon Yuri

    4.        Oh Hye Rong a.k.a Hwang Tiffany

    5.        Kim Dae Joon a.k.a Lee Hyukjae

    6.        Yoo Gyu a.k.a Im Sehun

    7.        Lim Eun Yi a.k.a Choi Sulli

    8.        Kang Hee Jae a.k.a Xi Luhan 

    9.        PD Nam Guk Hyeok a.k.a PD Cho Kyu Hyun

   10.        Eun Sang a.k.a Byun Baekhyun

   11.        Suster Lee a.k.a Suster Kim Taeyeon

 

.

.

 

.

.

HAPPY READINGGGGGG………

.

.

.

.

Yoona duduk di toiletnya dan mengerang sekuat tenaga sambil mengeryitkan dahi. Suara erangan kesakitan. Tiba-tiba sesuatu terlintas di pikirannya, ‘kalau buang air besar aja sakitnya seperti ini, bagaimana kalau melahirkan anak?’. Saat itu tiba-tiba terdengar sesuatu jatuh kedalam toiletnya.

 

“Haaah~”

 

Barulah Yoona bisa bernapas lega dan mengusap keringat dingin di dahinya. Meskipun ia tidak puas, tetapi rasanya cukup untuk hari ini. Meskipun begitu, sepertinya ia harus melakukan sesuatu untuk perutnya. Bisa-bisa bagian dalam perutnya rusak kalau seperti ini setiap hari.

 

Yoona keluar dari rumah masih dengan wajah pucat setelah berjuang ditoilet tadi. Tiba-tiba, sebuah kantong susu yang tergantung di pegangan pintu rumahnya jatuh mengenai lututnya. Ia tidak terlalu memperhatikan kantong itu kemarin, tetapi kemudian ia menyadari bahwa ada sesuatu di dalam kantong itu.

 

Kemarin juga ada staf yang mendapat yoghurt dari depan pintu, apa dari kantong itu maksudnya? Yoona perlahan menjulurkan tangannya ke dalam kantong itu. Ternyata kantong itu berisi sebuah kotak yoghurt 80 ml bertuliskan ‘minuman fermentasi untuk pencernaan lancar, buang air besar nyaman, dan bebas sembelit’.

 

“Bagaimana ia bisa tahu penderitaan ku selama ini,” Yoona bergumam dengan kagum. Kemudian ia mendongakkan kepala menatap kearah langit –langit rumahnya. Apa ini dari Tuhan? Ia menangkupkan kedua tangannya sambil tetap memegang yoghurt itu dan berdoa mengucapkan terima kasih. Aku akan meminum hadiah dari langit ini, batinnya.

 

Yoona kemudian menatap kotak yoghurt itu dengan penuh harap dan mulai membukanya. Kemudian ia menghela napas setelah sebuah pikiran rasional memasuki otaknya. Pasti minuman ini adalah minuman langganan penghuni rumah ini yang dulu. Yoona yang awalnya ragu akhirnya pergi ke kantor satpam di tempat itu.

 

Yoona mengetuk kaca di kantor satpam itu dengan hati-hati lalu membungkuk dan melongokkan kepalanya.

 

“Ahjussi, saya penghuni yang baru dirumah itu, apa penghuni sebelumnya memang langganan minuman ini?” Yoona menunjukkan kotak yoghurt yang ia bawa.

 

“Memangnya kau pikir aku ini penjual susu? Kenapa kau bertanya padaku?” satpam itu balik bertanya dengan heran. Setelah dipikir-pikir, benar juga ucapannya itu.

 

“Ah, maaf. Terima kasih.”

 

Yoona yang merasa malu akhirnya hanya mengucapkan salam lalu menegakkan tubuhnya kembali. Kemudian ia membungkuk lagi dan bertanya kembali pada satpam itu.

 

“Oh, iya, kalau begitu, apa Anda punya nomor telepon penjual susu ini?”

 

Satpam itu kembali menyahut dengan ketus, “Memangnya aku ini operator 114?”

 

Benar-benar ahjussi yang berhati dingin. Memang sifatnya seperti itu ya?  Yoona kembali mengucapkan terima kasih kepada ahjussi itu dan menegakkan tubuhnya. Kemudian, seolah teringat sesuatu, Yoona tiba-tiba berlari kembali ke depan rumahnya dan mengangkat kantong susu yang masih tergantung di depan pintunya itu. Ia mengeluarkan handphone nya dan menekan nomor yang tertera di kantong itu. Setelah terdengar nada sambung selama beberapa saat, akhirnya terdengar suara orang yang menyahut di seberang sana.

 

“Terima kasih telah menghubungi ‘Susu Segar’.”

 

“Ya, annyeonghaseyo. Ini dari penghuni baru rental house nomor 308 di Rumah Sakit Taejo, apa benar penghuni sebelumnya berlangganan yoghurt dari tempat Anda?” Yoona bertanya dengan sopan.

 

“308? Ah, iya, benar.”

 

“Iya, penghuni yang lama sudah pindah dan saya akan menempati rumah ini. Sepertinya Anda belum tahu ya? Karena tadi pagi Anda masih mengirim yoghurt ke rumah saya.”

 

Yoona kembali membaca tulisan dikotak yoghurt itu sambil menelpon ke kantor susu itu. ‘….untuk pencernaan lancar, buang air besar nyaman…..’

 

Karyawan yang menerima telepon itu terdengar panik.

 

“Wah, bagaimana ya? Tapi yoghurt itu sudah dibayar di awal oleh penghuni yang dulu.”

 

“Anda tidak punya nomor teleponnya?”

 

“Kami hanya punya nomor telepon rumahnya saja. Kalau ia pindah rumah…..” karyawan itu tidak melanjutkan ucapannya. Yoona kembali menatap kotak yoghurt yang ia pegang.

 

“Untuk pencernaan lancar, buang air besar nyaman. Apa benar yoghurt ini berkhasiat seperti itu?” Yoona bertanya dengan wajah serius.

 

“Tentu saja ! Penghuni rumah yang lama itu juga mendapat rekomendasi dari orang lain dan terus meminum yoghurt itu. Benar-benar bagus untuk kesehatan. Bahkan minuman itu sudah mempunyai hak paten. Anda mau lihat pamflet kami?” karyawan itu segera menjelaskan dengan semangat begitu Yoona menunjukkan ketertarikan pada minuman itu.

 

Akhirnya Yoona berkata, “Ah, tidak perlu. Sekarang saya coba minum ini dulu, kalau nanti ada masalah dengan penghuni yang lama, nanti biar saya yang membayar minuman ini. Tidak apa-apa kan?”

 

Setelah menelpon karyawan perusahaan susu itu, Yoona berjalan keluar sambil menghabiskan yoghurt itu. Entah kenapa, setelah itu ia langsung merasa tubuhnya ringan. Yoona melihat ke sekitarnya mencari tempat sampah dan melempar kotak yoghurt yang sudah kosong.

 

Lemparannya tepat sasaran dan kotak yoghurt itu masuk dengan sempurna ke tempat sampah. Yoona merasa bahwa hal-hal baik akan terjadi padanya hari itu. Ia melangkah keluar dengan perasaan senang sambil mengelus-elus perutnya.

 

 

 

Yoona berjalan dengan langkah ringan seolah ada sayap di kedua kakinya. Namun tiba-tiba, ia menghentikan langkahnya sebelum memasuki rumah sakit. Perutnya mulai terasa mulas. Bacteri lactobacillus ini. Apakah yoghurt ini sudah mulai bereaksi pada perutnya? Padahal tadi ia datang dengan hati yang ceria, tetapi begitu memasuki rumah sakit bagian kandungan itu, perut Yoona terasa sakit. Minuman itu sebenarnya yoghurt atau obat pencahar sih? Yoona tidak menyangka efeknya akan secepat ini. Tetapi, sebenarnya tadi pagi pun ia tidak bisa buang air besar dengan lancar, dan setelah beberapa hari seperti itu, mungkin inilah saatnya mereka keluar.

 

Yoona semakin merasa tidak enak dan ia segera mempercepat langkahnya. Kemudian, ia terkejut karena merasakan suatu sinyal di bagian bawah tubuhnya. Sinyal yang menyuruhnya untuk segera pergi ke toilet. Sebentar lagi. Yoona menahan dorongan itu sekuat tenaga dan menoleh ke sekelilingnya mencari toilet. Tiba-tiba, ia tidak sengaja berpapasan dengan Donghae yang datang dari arah berlawanan.

 

“Kau !” Yoona yang terkejut tanpa sadar menunjukkan tangannya kearah Donghae. Itu dia dokter gila yang membuatku jatuh ke lumpur seperti ini !

 

“Kau !” Donghae yang panic dan terkejut juga menunjuk kearah Yoona. Kemudian Yoona kembali merasakan sinyal untuk ke toilet kembali datang. Uh ! Yoona mengerutkan dahinya dan kembali melawan dorongan itu sekuat tenaga. Keringat dingin perlahan mengalir di tubuhnya.

 

“Kau datang untuk kontrol? Siapa dokter yang menanganimu?” Donghae menyeringai dan mulai menyindir Yoona. Berani beraninya ia menyindirku, tidak sadar kalau justru dia salah paham? Sial.

 

“Sudah kubilang kan, aku tidak hamil.”

 

Yoona rasanya ingin marah-marah pada orang ini, tetapi karena ia harus menahan dorongan untuk kebelakang, ia hanya bisa berkata dengan geram.

 

“Apakah kau belum menikah?” Donghae menyipitkan matanya dan bertanya pada Yoona. Emosi Yoona mulai meluap.

 

“Dasar orang ini….!”

 

Uh ! Yoona benar-benar tidak sabar ingin meluapkan kekesalannya pada dokter ini, tetapi bagian bawahnya juga sudah tidak bisa bersabar lagi. Yoona memegang perutnya yang sakit dan mengeryit.

 

“Kau tidak pernah ikut pendidikan ibu hamil ya? Kalau kau mengeryit terus seperti itu, nanti kau akan melahirkan anak yang suka mengeryit juga seperti itu, kau tahu tidak?”

 

Donghae sepertinya tidak senang melihat Yoona mengeryit dan terus menerus menyindirnya. Ia tidak peduli mau keluar anak yang suka mengeryit atau apa, yang pasti sekarang ini ia harus segera pergi ke toilet. Yoona tidak bisa berkata apa-apa lagi. Yoona yang semakin terdesak untuk kebelakang hanya bisa mengerang dengan geram.

 

“Awas kau….” Yoona menatap dokter itu dengan tajam dan bergegas melangkahkan kakinya menuju toilet. Namun, semakin cepat ia berjalan, dorongan itu rasanya semakin kuat sehingga Yoona berjalan dengan langkah yang kaku.

 

Ia tidak akan mempermalukkan dirinya sendiri di depan dokter gila itu. Yoona memegang perutnya dan berjalan sambil mencengkeram pegangan yang terpasang di sepanjang koridor rumah sakit. Ia harus sampai di toilet dengan selamat meskipun harus berjalan seperti siput. Saat itu, Donghae menghampirinya dengan cemas.

 

“Kenapa, apa yang sakit?” wajah Donghae yang tadi terlihat dingin kini terlihat serius dan panik.

 

“Perutku sakit. Sudah, tidak apa-apa,” Yoona menggerakkan tangan menyuruhnya pergi dengan keringat dingin ditubuhnya.

 

“Perut?”

 

Orang ini benar-benar ingin ikut campur sekali dengan urusan orang !

 

“Aku tidak apa-apa, sungguh. Kau tidak perlu memperhatikanku seperti ini, oke?”

 

“Katanya perutmu sakit? Jangan-jangan ada masalah pada bayinya….?”

 

Yoona kembali merasa kesal, “Astaga, aku ini benar-benar tidak hamil ! Uh !”

 

Yoona merasa drongan ke toilet itu semakin kuat ketika ia berteriak pada Donghae.

 

“Orang-orang yang belum menikah memang biasanya tidak mau mengaku. Tidak hamil apanya ! Jelas-jelas kau seperti ini !” Donghae balas berteriak padanya.

 

Yoona membalasnya dengan nada yang tidak kalah tinggi, “Kalau kubilang tidak ya tidak ! Kenapa sih kau tidak bisa percaya pada orang lain ! Aaah !”

 

Yoona merasa lemas dan dunianya berputar. Sempat terlintas dipikirannya, ‘rupanya begini rasanya ketika Highlander hampir mati’. Yoona merasa tali penyambung hidupnya seolah putus dan ia akan segera mati. Tangannya mulai tergelincir di pegangan tembok rumah sakit itu dan wajahnya semakin pucat.

 

Aku harus segera pergi dari sini…! Yoona membelalakkan matanya dan fokus pada toilet yang ada di hadapannya. Kemudian ia kehilangan keseimbangan dan jatuh terhuyung. Donghae yang berdiri di belakangnya segera memegangi Yoona yang terhuyung lemas.

 

“Sebenarnya kau ini hamil berapa bulan? Ini seperti gejala awal kehamilan.”

 

“To…tolong tinggalkan aku,” Yoona menggertakan giginya dan mengerang seperti pasien yang akan menyeberang ke dunia lain.

 

“Suster Kim ! Siapkan ranjang pasien !” Donghae yang tidak memedulikkan ucapan Yoona berteriak kearah meja perawat. Kemudian terdengar suara langkah kaki perawat dan roda ranjang yang buru-buru menghampiri mereka. Wajah Yoona berubah semakin pucat.

 

“Tidak, tidak. Tolong, tolong tinggalkan aku sendiri !” Yoona yang tadinya mengerang lemas kini berteriak dengan kesal.

 

“Keras kepala sekali perempuan ini ! Tenang saja kami akan merahasiakan hal ini, jadi tutup mulutmu !” Donghae berteriak padanya.

 

Yoona balas berteriak padanya, “Seharusnya kau yang tutup mulut !”

 

Akan tetapi, Donghae dan para suster itu tidak memedulikannya dan hendak menaikkannya ke ranjang pasien itu. Yoona meronta-ronta dan menepis tangan-tangan suster itu. Pergi kalian semua ! Aku benar-benar tidak tahan lagi rasanya kalau bergerak-gerak seperti ini !

 

Perut Yoona saat itu benar-benar sakit luar biasa. Tiba-tiba, suster-suster itu memegang kakinya dan mengangkatnya ke atas ranjang pasien itu.

 

“Tolong lepaskan aku !”

 

Yoona kembali meronta-ronta. Tiba-tiba, PD dan beberapa staf yang tengah berjalan kearah ruang rapat melihat kearah keramaian yang terjadi di lobi. Kemudian, mereka melihat Yoona di tengah keramaian itu dan bergegas menghampirinya.

 

“Yoona-shii ! Ada apa?” PD Cho bertanya padanya dengan cemas. Mendengar suara PD itu, Yoona menoleh kearah PD itu dan segera memegang tangan PD-nya erat-erat.

 

“Tolong keluarkan aku dari sini ! Aku ingin ke toilet !”

 

“Dasar perempuan ini ! Di saat-saat seperti ini malah ingin ke toilet !” Donghae berkata dengan tidak sabar.

 

“Kau benar-benar hamil?” Baekhyun, seorang cameramen yang berdiri disebelahnya bertanya dengan terkejut. Yoona akhirnya meneteskan air matanya.

 

“Tidak, kubilang tidak. Tolong biarkan aku pergi….. Hiks !”

 

Yoona menangis sambil memegangi perutnya. Apa ia harus mengeluarkan isi perutnya yang sejak tadi ia tahan-tahan itu di tempat ini, di depan para staf dan PD- nya ini?

 

“Aku harus pergi. Aku tidak bisa berada disini. Tolong, biarkan aku pergi.”

 

Pasti ia terlihat seperti perempuan gila saat ini. Tetapi bukan hal itu yang penting saat ini.

 

“Kami akan mengurusnya,” Donghae berkata dengan tegas kearah PD dan para staf itu. Gila ! Ketika Yoona menatap Donghae dengan marrah, salah seorang perawat memegang kakinya dan mulai mendorong ranjang itu. PD Cho ikut berlari mengiringi ranjang itu sambil memegang tangan Yoona.

 

“Tidak apa-apa. Aku mengerti. Aku akan merahasiakan ini dari direktur kita.”

 

Benar-benar ucapan yang mengharukan di tengah situasi seperti ini.

 

“Aku harus pergi. Aku tidak bisa berada disini. Tolong percayalah padaku,”  Yoona menatap PD Cho dengan sungguh-sungguh.

 

“Cepat siapkan ruang operasi. Siapkan juga cadangan darah, untuk berjaga-jaga !” Donghae memberi berbagai arahan pada suster-suster itu lalu menoleh pada Yoona, “Apa golongan darahmu?”

 

“Kubilang perutku sakit !” Yoona yang semakin pucat menatap Donghae dengan marah seolah ingin menggilasnya.

 

“Kan aku akan menolongmu.”

 

Gawat. Yoona benar-benar tidak tahan lagi.

 

“Aku ingin ke toilet !”

 

Yoona menepis tangan-tangan suster yang memeganginya.

 

“Tenanglah !”

 

Suster-suster itu memegang tangan Yoona lebih erat. Yoona rasanya hampir gila.

 

“Kubilang aku ingin ke toilet ! kuperingatkan ya ! Ini sudah benar-benar bahaya !” Yoona mengancam suster di kanan kirinya sambil tetap berbaring di ranjang yang melaju itu.

 

“Benar, tentu saja bahaya ! Kalau tidak segera di tangani, akan berbahaya juga bagi nyawa bayi di perutmu itu !” Donghae menyahut dengan tegas.

 

“Tidak ada nyawa bayi di perut ini !” Yoona rasanya hampir pingsan, benar-benar.

 

“Apa bayinya sudah meninggal?” suster itu bertanya dengan terkejut sambil menatap kearah Donghae. Benar-benar klop sekali dokter dan suster ini ! Sepertinya mereka bisa menangani 100 pasien sekaligus tanpa kesulitan !

 

“Kondisi bayinya memang sudah tidak baik? Selama ini ditahan-tahan? Benar-benar perempuan ini.” Donghae kembali memarahi Yoona. Saat itu, dorongan ke toilet kembali menyerah Yoona.

 

Yoona kemudian menatap pasrah, “Hiks ! Pokoknya aku tidak tahu ya, aku tidak ikut tanggung jawab !”

 

“Buka pintu operasi !” Donghae berteriak sambil mendorong ranjang itu memasuki ruangan operasi. Tiba-tiba, dari atas ranjang itu terdengar suara ‘bruuuut~’ seperti suara motor yang baru dihidupkan. Sepertinya terdengar teriakan horror beberapa perempuan juga. Orang-orang yang tadinya berjalan dengan terburu-buru itu langsung terdiam dan tertegun selama tiga detik.

 

Yoona rasanya ingin mati saja. Ketika Yoona menutup wajahnya dengan kain di ranjang pasien itu, orang-orang di sekelilingnya langsung menutup hidung mereka dan memalingkan wajah mereka dari ranjang. Baunya benar-benar busuk. Hanya Donghae yang tetap memandang Yoona dengan tatapan tidak percaya.

 

“Sudah ku bilang kan….” Yoona berkata dengan suara bergetar sambil melirik kearah Donghae.

 

 

 

Sejak ia mendengar suara erangan perempuan disebelah rumahnya tadi pagi, Donghae merasa seperti mendapat pertanda bahwa harinya tidak akan berjalan mulus hari itu. Ternyata, ada masalah seperti ini. Donghae merasa seperti telah melakukan suatu kesalahan besar. Jadi sebenarnya perempuan ini tidak hamil? Atau dia hamil, tetapi sakit perut juga? Sepertinya tidak seperti itu…..

 

Donghae berjalan mondar-mandir di depan kamar mandi dengan cemas. Tiba-tiba , perempuan itu keluar dari kamar mandi dengan mengenakan celana khusus pasien sambil membawa bungkusan hitam yang sudah bisa ditebak apa isinya. Ia berjalan dengan wajah malu dan langkah gontai.

 

Kemudian, terdengar suara terkikik dari meja perawat. Donghae dan Yoona menoleh bersamaan kearah meja perawat itu. Perawat-perawat yang sedang berkumpul disana terkejut dan segera menundukkan kepalanya. Yoona lalu melirik sekilas pada Donghae. Donghae yang bertatapan dengan Yoona lantas memalingkan wajahnya yang memerah. Perempuan itu lalu mengecutkan bibirnya dan menggumamkan sesuatu. Meskipun tidak mendengar jelas, namun Donghae tahu pasti kalau itu adalah makian yang ditujukan padanya.

 

“Kau tidak apa-apa?” Donghae bertanya dengan hati-hati dan seketika itu juga Yoona menyipitkan matanya seperti Gumiho dan menatapnya tajam. Perempuan itu terlihat seolah akan mengambil dan memakan hati Donghae. Terdengar jelas suara giginya yang bergemeretak kesal. Tiba-tiba, Yoona maju selangkah mendekati Donghae dan menyodorkan kantong hitam itu padanya. Donghae terkejut dan mundur selangkah.

 

“Kenapa tidak kau buang? Mau dicuci dan dipakai lagi?” Donghae mengerutkan dahinya dan memandang Yoona.

 

“Katanya kau mau tanggung jawab? Cepat buang ini,” Yoona menatap Donghae sambil seolah hendak melemparkan kantong hitam itu padanya.

 

“Maaf, aku sungguh minta maaf. Tapi aku tidak bisa melakukan hal itu,” Donghae mengatupkan tangannya sambil tersenyum putus asa.

 

“Aku hampir gila rasanya, benar-benar !”

 

Yoona kemudian mencium kantong hitam itu dan bergidik ngeri sambil berseru ‘uhh~!’. Konyol sekali. Beberapa pasien yang lewat disamping mereka pun menoleh kearah Yoona dan terkikik geli.

 

“Gosipnya cepat sekali tersebar ya, padahal tidak masuk TV,” Yoona bergumam dengan nada putus asa. Ia menghela napas panjang dan dimata Donghae, perempuan itu benar-benar terlihat menyedihkan.

 

“Kau tahu apa yang terjadi padaku gara-gara sikapmu waktu itu?” perempuan itu menumpahkan segala kekesalannya yang selama ini ia tahan. Meskipun Donghae tidak tahu pasti apa yang terjadi pada perempuan berwajah layu dan berdiri dengan lemas itu, ia tahu bahwa banyak hal tidak menyenangkan yang telah terjadi padanya.

 

“Ah, aku juga sudah lihat fot barumu di internet. Tapi, foto apa ya? Seperti celana dalaman dengan sesuatu seperti balon….”

 

“Kau ini !” Yoona berteriak dengan wajah memerah.

 

“Aku minta maaf kalau ada salah paham yang timbul karena diriku. Tapi untuk tanggung jawab….”

 

“Apa hebatnya sih kau ini? Membuat kesalahan sampai hampir membunuh orang, lalu sekarang tidak tahu bagaimana harus bertanggung jawab? Apa itu masuk akal?”

 

“Maafkan aku, sungguh,” Donghae menyahut dengan sungguh-sungguh. Yoona yang tadinya ingin berteriak-teriak lagi pada orang itu pun mengurungkan niatnya dan terdiam.

 

“Aku sadar dengan apa yang telah kulakukan  dan aku benar-benar minta maaf. Dan syukurlah, tadinya aku khawatir kau akan kehilangan pekerjaanmu sebagai reporter….”

 

“Kau tahu tidak apa saja yang sudah ku alami gara-gara kau?”

 

“Maafkan aku. Tapi syukurlah, kau masih bekerja sebagai reporter seperti sekarang ini.”

 

“Tentu saja, kalau aku sampai kehilangan pekerjaanku ini, aku juga akan membuatmu kehilangan pekerjaanmu. Pasti !”

 

Wajah perempuan itu terlihat sungguh-sungguh seolah akan melakukan apapun juga agar bisa menyingkirkan Donghae dari pekerjaanya. Namun, Donghae senang melihat perempuan yang terlihat ambisius itu. Ia merasa tenang melihat perempuan itu bukanlah tipe orang yang pasrah dan diam terpuruk dalam situasi seperti ini. Lalu,  perempuan ini katanya juga menulis di situs jejaring kantornya gara-gara masalah percintaanya? Donghae menatap perempuan itu dengan tatapan ingin tahu.

 

“Sekali lagi, aku minta maaf. Aku tahu kau pasti sulit memaafkanku dan aku tidak ingin memaksamu untuk melakukannya.”

 

Donghae menghela napas dan tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba, pintu ruang rapat didekat mereka terbuka dan muncul seorang laki-laki yang tadi ikut menghampiri mereka saat terjadi keributan di lobi. Ia menoleh ke sekelilingnya dan berteriak setelah melihat Yoona.

 

“Yoona-shii ! Rapatnya sudah dimulai ! Dokter juga !”

 

Orang itu berteriak pada Donghae. Donghae dan Yoona kembali bertatapan. Donghae menggerakkan dagunya seolah memberi isyarat ‘ayo’. Sementara Yona melangkah dengan kesal.

 

“Ah, itu.”

 

Donghae kemudian menunjuk kearah kantong hitam yang masih dipegang Yoona. Yoona sepertinya baru sadar kalau ia masih memegang kantong itu sejak tadi. Kemudian ia bergegas berlari ke kamar mandi. Donghae tanpa sadar tertawa geli. Entah kenapa, kini ia merasa kalau ia harus bersikap baik pada perempuan itu.

 

Akan tetapi, hal itu rupanya tidak mudah. Donghae dan Yoona terlambat menghadiri rapat itu dan ketika mereka masuk, Eunhyuk yang duduk di antara beberapa dokter kandungan dan perawat tiba-tiba berseru saat melihat Yoona, tanpa mengetahui kejadian apa yang baru menimpa mereka.

 

“Wah ! Ibu hamil nasional !”

 

“Huahahaha !”

 

Mendengar suara Eunhyuk, orang-orang diruang rapat itu mulai menatap Yoona yang mengenakan celana khusus pasien, dan mulai berbisik-bisik serta tertawa. Seketika itu juga, wajah Yoona memerah seperti tomat. Ia sekilas melirik kearah Eunhyuk lalu menatap Donghae dengan tajam seolah ingin membunuhnya. Kurang ajar. Bagaimana pun, ia mendapat julukan seperti ini gara-gara Donghae.

 

“Jadi, Anda orangnya?”

 

Ketua dokter spesialis kandungan itu berusaha menahan tawanya dan menoleh kearah Yoona. Yoona tersenyum paksa sambil dalam hati berkata ‘kurang ajar….’

 

“Karena kejadian itu, departemen kita ini jadi mendapat sorotan masyarakat, mungkin kami seharusnya mengucapkan terima kasih pada Anda. Hahaha.”

 

Ketua dokter itu tertawa terkekeh-kekeh. Donghae kembali merasa bersalah pada perempuan itu. Perempuan itu, menggigit bibirnya, entah apakah ia berusaha menahan emosinya agar tidak meledak di ruang rapat itu.

 

“Beberapa dari kami telah saling memperkenalkan diri kemarin, jadi saya harap kita semua cepat mengakrabkan diri agar proses syuting ini berjalan lancer dan tidak ada lagi salah paham. Kita harus kompak supaya terlihat bagus juga di depan kamera. Baiklah, kalau begitu.”

 

Ketua dokter itu memperkenalkan orang-orang dari stasiun TV yang duduk berjejer kepada dokter dan perawat rumah sakit itu.

 

“Mohon kerja samanya. Saya PD Cho Kyuhyun dari HNC.”

 

PD Cho yang telah memperkenalkan dirinya kemudian memperkenalkan Yoona.

 

“Saya Yoona, reporter yang akan menjadi pembawa acara pada acara ini. Mohon kerja samanya.”

 

Yoona yang sejak tadi wajahnya memerah, membungkukkan badannya 90 derajat setelah mengucapkan salam. Lalu, ia kembali bertatapan dengan Donghae.

 

‘Ggrrr~’

 

Donghae merasa seolah melihat aura kucing yang marah diwajah perempuan itu. Kejadian di ranjang pasien tadi dan seruan ‘ibu hamil nasional’ yang diteriakkan Eunhyuk sepertinya membuat suasana hatinya semakin buruk.

 

Setelah perkenalan dari pihak stasiun TV selesai, ketua dokter itu memperkenalkan Donghae pada tim stasiun TV.

 

“Orang yang akan banyak membantu kita dalam proyek ini adalah Dokter Lee Donghae ini. Jika ada yang ingin kalian tanyakan atau diskusikan, silahkan temui dokter ini.”

 

Donghae sekilas melirik Yoona dengan hati-hati lalu mengucapkan salam pada anggota tim yang lain. Meskipun begitu, ia masih bisa merasakan tatapan dingin Yoona yang tetap tertuju padanya.

 

 

 

Setelah rapat itu selesai, Donghae melangkah keluar dari ruang rapat ketika PD Cho memanggilnya.

 

“Dokter Lee, bisa bicara sebentar?”

 

Donghae menoleh kearah PD Cho dan, mau tidak mau, ia juga melihat Yoona yang berdiri di sebelah PD itu, masih dengan wajah kesal. Celana pasien itu lama-lama terlihat cocok juga dengannya, pikir Donghae.

 

“Sebentar lagi akan ada wawancara dengan reporter kami. Anda mau lihat daftar pertanyaannya?” PD itu menghampiri Donghae sambil menyodorkan selembar kertas padanya.

 

“Baiklah.”

 

Merepotkan sekali. Tanpa sadar Donghae mengeryitkan dahinya. Apa boleh buat, toh ini sudah menjadi tugasnya saat ini, tidak bisa dihindari lagi. Donghae menyahut dengan pasrah dan berjalan menghampiri PD itu. Tiba-tiba, seorang staf yang memegang kamera, Baekhyun, memanggil PD Cho dari kejauhan.

 

“PD Cho, coba tolong kesini sebentar.”

 

PD itu sejenak merasa bingung, kemudian ia menatap kearah Yoona.

 

“Coba kau cek kembali daftar pertanyaanya bersama Dokter Lee.”

 

PD Cho menyerahkan kertas yang ia pegang itu kepada Yoona, kemudian menghampiri Baekhyun. Yoona melangkah dengan sebal mendekati Donghae.

 

“Meskipun aku tadi sudah minta maaf padamu…. tapi aku akan minta maaf secara resmi sekali lagi. Maaf karena salah paham mengiramu….” Donghae berkata canggung pada Yoona.

 

“Seandainya saja dengan ucapan maaf, salah paham ini bisa diluruskan kembali,” Yoona menyahut sambil menggertakkan giginya. Donghae semakin merasa canggung dengan atmosfer dingin diantara dirinya dan perempuan itu dan ia hanya menggaruk-garuk dahinya. Ia tahu ia harus mengucapkan sesuatu untuk menenangkan perenpuan ini, tetapi….

 

“Kau tidak perlu malu. Di bagian kandungan ini, hal seperti itu memang sudah biasa terjadi.”

 

“Hal seperti itu?” Yoona membelalakkan matanya menatap Donghae.

 

“Kadang ada beberapa ibu hamil yang saat tengah melahirkan tiba-tiba….”

 

“Shout your mouth ! Cukup !”

 

Yoona yang mendadak panik mendengar ucapannya itu berteriak kesal dan hidungnya kembang-kempis karena marah.

 

“Kau sudah mempermalukanku ! Kau tahu tidak, hal memalukan dan hinaan apa lagi yang aku terima gara-gara kau? Aku tidak bisa melakukan pekerjaan ini !”

 

Yoona melemparkan kertas yang ia pegang kepada Donghae dan berbalik meninggalkannya. Donghae hanya mengawasi Yoona yang pergi menjauh dan menghela napas. Karena dirinya pun tidak terlalu ingin melakukan acara ini, ia juga tidak terlalu ingin menahan perempuan itu. Tetapi, apa tidak apa-apa jika berakhir begitu saja seperti ini? Padahal tadi ia senang dengan semangat yang dimiliki perempuan itu. Namun sekarang, ia merasa kalau perempuan itu hanyalah perempuan yang tidak tahu aturan, yang meluapkan masalah percintaanya di situs jejaring kantor, yang seenaknya saja melalaikan tugasnya seperti ini.

 

Donghae yang bingung melihat Yoona seperti itu akhirnya membalikkan badannya. Tiba-tiba, terdengar suara ramai dari lobi. Kemudiam ia melihat beberapa dokter koas di bagian UGD, perawat, serta sebuah ranjang pasien bergerak dari lobi.

 

Ibu hamil yang sedang terbaring di atasnya terlihat menjerit kesakitan. Donghae melemparkan kertas daftar pertanyaan yang ia pegang dan berlari menghampiri pasien itu.

 

“Apa yang terjadi?”

 

“Ibu ini diprediksi akan melahirkan dua bulan lagi. Tapi sejak subuh ia mengeluh perutnya sakit. Kepalanya juga sakit,” Suster Kim buru-buru memberikan penjelasan pada Donghae.

 

“Sepertinya ia mengalami keracunan kehamilan,” seorang dokter koas menambahkan dengan cepat.

 

“Periksa dulu golongan darah, tekanan darah, lalu oksigen didalam kandungannya !” Donghae segera memberi perintah pada Suster Kim.

 

“Ada apa?”

 

Donghae menoleh dan terkejut melihat Yoona muncul dibelakangnya dengan membawa mikrofon di tangannya. Dasar tadi katanya mau berhenti bekerja.

 

“Sepertinya keracunan kehamilan,” Donghae menyahut dengan asal.

 

“Memang gejalanya seperti apa?”

 

Menyebalkan sekali. Apa aku harus menjawab dengan ramah di situasi seperti ini?

 

“Cari saja di internet !” Donghae mengeryitkan dahinya dengan sebal dan berteriak pada Yoona. Kemudian ia kembali berkata pada salah satu perawat disana, “Siapkan kamar operasi.”

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC…

 

LEAVE YOUR COMMENT…

Pos ini dipublikasikan di yoonhae dan tag . Tandai permalink.

40 Balasan ke CHEEKY ROMANCE_YOONHAE VER. (6)

  1. regina berkata:

    part ini ngocok perut bgt, hahahaha
    Aishh jorok bgt sih yoona, donghae jg jiwa dokternya bekerja tp krg peka, mo buang air besar di kata mo lahiran apa, mgkn ciri2nya sama kali😀
    Next partnya YHM-nya tambahin ya, moga2 aja di part berikutnya udah ga ada perang dingin dan YoonHae tambah akrab, gomawo thor fighting ^^

  2. gladys berkata:

    wkwkwkkwkwkwk…duh thor ini bener2 lucu bgt partnya hahahhahah, kasian bgt yoona udah ga tahan mau poop malah dihalangi ama donghae dan disangka ada masalah dgn bayinya..jadinyakan poop dijelana bauuuu hahahahhah.bodor bgt pokonya, dari tadi aq ga berenti ketaw
    a mulu :D…lanjut thor jangan lama ne …gomawo #bow

  3. gladys berkata:

    ini daebak bgt >_< wkwkwkkwkwkwk…duh thor ini bener2 lucu bgt partnya hahahhahah, kasian bgt yoona udah ga tahan mau poop malah dihalangi ama donghae dan disangka ada masalah dgn bayinya..jadinyakan poop dijelana bauuuu hahahahhah.bodor bgt pokonya, dari tadi aq ga berenti ketaw
    a mulu :D…lanjut thor jangan lama ne …gomawo #bow

  4. Santi PyrotecnicsElfYoonhaesuju berkata:

    First kah,,?
    Nggak ya,,
    Akhir nya donghae tau kalo yoona tdak hamil tapi asli ngakak pas di di rumah sakit hahaha kasian yoona pasti sakit tuh nahan buat ke toilet. Haha ngakak mlem” di stu part slnjut nya cepet juga ya kayak part 6 ini mwehehehe😄

  5. Ulva Yoong Yuun berkata:

    Bikin skit hati bnget oart ne,,
    tinggal yoona bilang pengen buang air bsar jah repot bnget,,,
    disini yoona yg oon to donghae yg bloon,, hadeh,,
    phi kren,,dtunggu part slnjtnya,,

  6. yong berkata:

    aish,,,,, next part author yg baik….
    yoona nya sial mulu sih… arghhh… kasian!!!

  7. sasumimeida berkata:

    Disini yoona nya masih punya dendam yahh sama donghae jadi berantem terus dehh. Aduhh itu yoona suma lucu banget hahaha
    Next part di tunggu yahh

  8. winda berkata:

    kocak bgt,gak ke bayang yoona kyak gitu
    Dan akhirnya dipart ini yh bisa ketemu
    Keep writing and fighting author

  9. nami yuri berkata:

    Ngakak bacanya Yoona Yoona, Next

  10. Lin berkata:

    Haha gokil dipart ini…
    Kasian yoona apes melulu
    next jgn lama”

  11. deerweirdo berkata:

    hahaha sumpah ya .
    ini ff konyol banged ..
    pagi pagi uda bkin ngakak ..
    donghae salah paham mulu xD
    lanjut authorr..
    ditunggu next partnya ^0^

  12. inggridAnjani berkata:

    Bahasa di ff ini semakin jelas, jd ga terlalu bingung lg bacanya. Lanjuuuuut2!!!!!!😀

  13. CalysthAiden Lee berkata:

    Wkwkwk….Aduch bener2 ngakak😀

    kasian yoona,pasti malu sekali kekeke…

    Next part ditunggu..

  14. EchaNyeaCute_YH berkata:

    aigooo .. kekeke~~ yoonhae lucu bangett disini , di tunggu kelanjutannya thorrr . jangan lama^^ ya😀

  15. Yesa nurmeida berkata:

    Ampundeh.. Banyangin yoong yang nahan mau itu ditengah kesalah pahaman..
    Lucu banget😀

  16. ida maryani berkata:

    Gilaaa si donge org sakit prut mw BAB malah dikira hamil,,hahahaha
    Mian chingu lngsung koment disini ne, part sebelumnya belum bca.hehe

  17. HaeNy Choi93 berkata:

    Bwahahahaaaa..
    Sumpah part ini geli bgt..
    Lucu, kocak,, huaaaa… Q ikutan than npas pas Yoona bner2 nahan mw keluar…
    Bner2 nih Donghae.. Msa’ ga peka gitu, orng mw BAB dy mksa trs, mlah nyuruh nyiapin Ruang Operasi sgala lg..
    Aaaa speacless bc part in..
    Semoga Next part mereka lbih akur ya.. Momentx d banyakin lgi.. Oke…
    Ditunggu… Cepet klo bisa… Wkwkw

  18. muslimahhusin berkata:

    hahahhah

    asliiiii bener bener konyol dan kocak part ini..
    paraaahh
    donghae msh aja ngira kl yoona hamil

    hadeeehh

    next chap yah

  19. marisya_icha berkata:

    parah.. ini partnya koplak bgt.. bikin gak berhenti ngakak.. wkwkwkwk
    YHM-nya udah lumayan nih.. part selanjutnya dibanyakin lagi ya thor hehehe
    ditunggu secepatnya ^^

  20. dh berkata:

    Astaga, lucu banget nih yoona sama donghae, ngga bisa brhenti ngakak :-D:-D
    Ditunggu kelanjutannya thor, fighting!

  21. LoveLy_pyRos berkata:

    awaL bca bkin greget kRn p’tEbatan yoonhae…!? bkin greget apa sLh’y yoona ngmng k donghae kLo dia maU buang air gTu…!? tp,paz yoona ngLuarn suara bruut n poop aq bNer2 ngkak aBiz…!? Lcy bgt😀 …!? dtngu part sLnjut’y

  22. Renai berkata:

    wkwk ngakak bgt baca part ini.
    Mau poop, malah dikira hmm..
    Next thor, fighting! kkkk

  23. wulandariiyang berkata:

    hahaha..tbc dah…tadi sumpah ngakak bnget..wktu Yoona mau BAB..Donghae nih ngeselin bnget,ga ngerti2 apa orang mau ke toilet..Yoona juga.,gregetan kenapa ga bilang trus terang k’lo mau buang air…haduh.,sakit nich perut…

    Keren,seru bnget nich ff…di tunggu dah part selanjut ny..jangan lama2 ya Thor…salah satu favorit gw nih ff…kekeke..

  24. eilistha berkata:

    kocak bgett bagian ini.. hahaha
    d tnggu deh thor lnjutan nya..

  25. diiah ciicwejutexs berkata:

    wach hae oppa bner nyebelin dech bkin sebelll yoong trzss*
    kpan nech thor moment YH dh kngenn nech…next part q tunggu

  26. Tya Nengsih berkata:

    wkwkwkkwkkkk….ngakak abis ….
    yoona sakit perut karna mau ke toilet malah dikira yang aneh2…….
    next partnya dtunggu

  27. 1530HY berkata:

    wkkkkk aku ngakak gaje pas di part yoona poop di celana hahaha … bayangin dah tuh gimana ?!!!!! wkkkkkkk

    NEXT Partnya diTUNGGU🙂
    jangan lamaaa please #enak#aja#nih#reader😦😄

  28. vhya elfishyoonaddict pyrotechnic berkata:

    OMOO…
    Yoona eonnie pasti tersiksa banget tuh.
    Kocak sumpah nih ff.

    Next ditunggu.
    Fighting.

  29. yoonflower berkata:

    hhh … kasian ya yoona menderita & harus nahan malu terus … sabar … semangat … semangat …

  30. Pyros berkata:

    Ngakak😀
    lanjut thor. Jgn lama lama😀

  31. Park Yoong Hee berkata:

    Buahahahaha
    Yoona mau BAB dikira mau buang air besar ama donghae
    ckckck dasar

  32. yoonri berkata:

    Hhh, ga slesai* slh phamnya -_-

  33. Berlian Kirana berkata:

    jorok bgt sih yoong ih tp banyol lucu bgtt
    hahaha pokoknya si donge hrs tanggung jawab tu🙂
    ftw!

  34. ziieziie berkata:

    hahaha asli part ini sukses bikin ketawa smp rasanya mau nangis,
    itu donghae jiwa dokternya tinggi bgt smp org bab dikira ada mslh sm ‘bayinya’..ngebayangin muka keduanya malu bgt >,<

    tp agak sedih jg liat perjuangannya yoona buat berthan dkerjaannya gr" slh phm itu, kl bs bukti yg ada dikeluarin chingu biar gosipnya ga ada lg😦

    next partnya mana? ditunggu, hwaiting!😀

  35. asli ak ngakak baca part ini yoongie..jorok amat sih lagian haeppa juga maen bawak2 aja kan kasihan yoong nya.,.

  36. yong berkata:

    author… kapan ini mau dilanjut lagi ffnya… aku menunggumu….!!!🙂

  37. thd1995 berkata:

    Iseng iseng nemu ff..
    Ini ff udah lama, ko gak ada kelanjutannya??

  38. yoonhae shipper (rhiana) berkata:

    hahahaa ya ampun ff part nih bkin ketwa melulu!!ksian yoona ny pengn ketoilet eh mlah dihalangin trus sma donghae n pda akhir poop dicelana deh!!
    lnjtkan ditunggu yah!!

  39. mita berkata:

    ahh.. gokil neh autornya. hehe cemungut-!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s